Petugas keamanan akan menyita vuvuzela di titik masuk 16 venue Piala Dunia 2026 yang tersebar di AS, Kanada, dan Meksiko.
FIFA menegaskan larangan vuvuzela di Piala Dunia 2026 bertujuan melindungi kualitas siaran dan pengalaman menonton penggemar.
Reaksi penggemar Piala Dunia 2026 terbelah terkait nasib vuvuzela yang identik dengan kenangan Afrika Selatan 2010.
Meski FIFA menerapkan larangan vuvuzela di Piala Dunia 2026, sebagian fans masih menganggapnya simbol semangat yang ikonik.
Data akustik mencatat vuvuzela menghasilkan suara hingga 127 desibel, setara dengan kebisingan mesin pesawat jet.
FIFA menilai tingkat kebisingan ini tidak kompatibel dengan standar Piala Dunia 2026, sehingga larangan vuvuzela di Piala Dunia 2026 dianggap sebagai solusi final untuk menjaga kualitas audio siaran global.***


