KITAINDONESIASATU.COM – Kekalahan telak yang dialami Madura United dari Persita Tangerang memicu pengakuan jujur dari sang pelatih. Carlos Pereira tak menutupi fakta pahit bahwa timnya tampil sangat buruk saat dihajar 1-4 pada pekan ke-25 BRI Super League di Indomilk Arena, Tangerang, Sabtu (7/3).
Pelatih asal Brasil itu mengakui Madura United memulai pertandingan jauh dari rencana yang sudah disiapkan. Bahkan pada 20 menit pertama, performa timnya dinilai sangat mengecewakan.
“Pertandingan hari ini bisa dibagi menjadi dua bagian. Pada 20 menit pertama babak pertama, kami benar-benar bermain sangat buruk,” ujar Carlos Pereira, seperti dikutip dari laman resmi klub, Minggu (8/3).
Akibat start buruk tersebut, Madura United harus menerima kenyataan pahit tertinggal empat gol sekaligus di babak pertama. Gol-gol dari Ahmad Nur Hardianto, Pablo Ganet, serta dua gol dari Rayco Rodríguez membuat Persita benar-benar mendominasi pertandingan.
Memasuki babak kedua, permainan Madura United mulai menunjukkan perbaikan. Pergantian pemain yang dilakukan Pereira membuat timnya tampil lebih berani dan akhirnya mampu mencetak satu gol balasan lewat Reiquelme Sousa.
Namun kebangkitan itu datang terlambat. Skor 4-1 untuk kemenangan Persita Tangerang tetap bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
Pereira bahkan menilai hasil pertandingan mungkin saja berbeda jika semangat dan permainan timnya di babak kedua sudah muncul sejak awal laga.
“Di babak kedua kami lebih kuat dan berhasil mencetak gol. Jika sejak awal kami bermain dengan semangat seperti itu, hasilnya bisa saja berbeda,” katanya.
Kekalahan ini sekaligus memperpanjang tren buruk Madura United di kompetisi. Laskar Sape Kerrab kini menelan tiga kekalahan beruntun setelah sebelumnya juga tumbang dari Malut United dan Persib Bandung.
Situasi tersebut membuat posisi Madura United semakin rawan di papan klasemen. Saat ini mereka berada di peringkat ke-14 dengan koleksi 20 poin dari 25 pertandingan, hanya terpaut dua angka dari zona degradasi. (*)


