Hasil pertandingan pada Kamis, 5 November 2026 dini hari WIB itu menyamai selisih kemenangan terbesar dalam sejarah Liga Champions. Como 1907 sekaligus menjadi tim pertama yang mampu mencetak sembilan gol saat bertandang di era kompetisi tersebut, sementara Lens harus menerima salah satu kekalahan paling menyakitkan dalam perjalanan mereka di Eropa.
Keberhasilan Cesc Fàbregas meracik permainan Como 1907 terlihat dari kontribusi para pemainnya. Lens dibuat kesulitan menghadapi serangan bergelombang tim Italia itu, dengan Anastasios Douvikas menjadi pemain paling menonjol setelah mencetak hat-trick di ajang Liga Champions.
Douvikas dan Nico Paz Jadi Motor Serangan
Como langsung mengambil kendali permainan sejak awal. Douvikas membuka keunggulan pada menit ketujuh, kemudian menggandakan skor pada menit ke-32. Sebelum turun minum, Nico Paz ikut mencatatkan namanya di papan skor dan membawa Como unggul 3-0.
Memasuki babak kedua, tekanan Como tidak mengendur. Lucas Da Cunha menambah gol pada menit ke-47, disusul sundulan Marc-Oliver Kempf enam menit kemudian. Douvikas lalu melengkapi hat-trick pada menit ke-57 setelah memanfaatkan umpan Nico Paz.
Pesta gol berlanjut melalui Mattia Liberali pada menit ke-62. Lens sempat membalas lewat Ruben Aguilar tiga menit berselang, tetapi gol tersebut tidak mengubah dominasi tim tamu.
Martin Baturina memperbesar keunggulan menjadi 8-1 pada menit ke-69. Gol penutup akhirnya dicetak Matteo Papaccioli pada masa tambahan waktu, sekaligus memastikan Como pulang dengan kemenangan 9-1.






