KITAINDONESIASATU.COM – Pertandingan panas tersaji di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Bandarlampung. Borneo FC berhasil melakukan comeback dramatis dan menaklukkan Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor tipis 2-1 dalam lanjutan Super League Indonesia 2025/2026, Sabtu (7/2).
Laga berjalan jauh dari kata mudah bagi Pesut Etam. Sejak awal pertandingan, justru tuan rumah Bhayangkara tampil menggigit dan mendominasi jalannya babak pertama. Trio lini depan mereka — Sidibe, Privat Mbarga, dan Doumbia — berkali-kali membuat jantung pertahanan Borneo berdegup kencang.
Menit 10 Mbarga mengancam lewat tembakan jarak jauh, lalu menit 16 sundulannya kembali membuat kiper Nadeo Arga Winata bekerja keras. Bahkan pada menit 27, Doumbia hampir saja membuka skor andai peluang emasnya tak melenceng di depan gawang.
Gol yang ditunggu akhirnya datang di ujung babak pertama. Pada menit 45+4, serangan balik cepat Bhayangkara diselesaikan Privat Mbarga. Sepakannya sempat membentur Komang Teguh dan mengecoh Nadeo. Stadion pun bergemuruh, Bhayangkara unggul 1-0.
Meski tertinggal, Borneo sebenarnya sempat memberi perlawanan melalui Peralta dan rekan-rekan. Namun seluruh peluang di babak pertama masih gagal berbuah gol.
Masuk babak kedua, Borneo FC langsung berubah wajah. Mereka meningkatkan intensitas serangan demi menjaga posisi di papan atas klasemen. Hasilnya cepat terlihat. Menit 49, Komang Teguh menebus kesalahannya dengan tandukan memanfaatkan bola mati kiriman Caxambu. Skor kembali imbang 1-1.
Setelah gol tersebut, Borneo tampil semakin percaya diri. Gelombang serangan bertubi-tubi datang lewat Peralta, Obi, hingga Kaio Nunes yang terus merepotkan lini belakang Bhayangkara.
Puncaknya terjadi pada menit 77. Kaio Nunes melakukan penetrasi berbahaya dari sisi kiri, melewati Alan Cardozo, masuk ke kotak penalti, lalu mengirim umpan matang yang disambar Ikhwanul Zikrak. Gol, Borneo berbalik unggul 2-1.
Usai memimpin, Pesut Etam bermain lebih tenang sambil mengandalkan serangan balik mematikan. Kedua tim masih saling menciptakan peluang di menit-menit akhir, namun skor tidak berubah hingga peluit panjang berbunyi. (*)


