Dukungan Blatter terhadap pandangan tersebut muncul setelah laporan kematian warga Amerika lainnya, Alex Pretti, pada akhir pekan lalu.
Piala Dunia dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai tuan rumah bersama.
Meski berskala internasional, Pieth menilai kondisi politik dan sosial di dalam negeri AS berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengunjung asing.
“Apa yang kita saksikan saat ini—mulai dari marginalisasi oposisi politik hingga pelanggaran oleh otoritas imigrasi—jelas tidak memberi rasa aman bagi penggemar,” ujar Pieth dalam wawancara dengan harian Swiss Tages-Anzeiger.
Ia bahkan menyarankan suporter menikmati turnamen dari layar televisi ketimbang mengambil risiko bepergian.
Blatter sendiri mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden FIFA pada 2015 di tengah berbagai skandal besar dan digantikan oleh Gianni Infantino.


