Bahkan, PSG hampir menggandakan keunggulan lewat peluang emas Barcola yang gagal dimaksimalkan.
Kini, anak asuh Mikel Arteta harus mengejar ketertinggalan di leg kedua yang akan digelar di Parc des Princes.
Untuk membalikkan keadaan, Arsenal dituntut melakukan perbaikan besar—baik dalam aspek taktik, kreativitas serangan, maupun persiapan mental.
Setelah malam yang mengecewakan di Emirates, Arsenal bukan hanya tertinggal dalam skor, tapi juga kehilangan harga diri di mata publik. Kekalahan ini membuktikan bahwa dalam sepak bola modern, kegagalan di lapangan bisa cepat berubah menjadi bahan lelucon global.***


