KITAINDONESIASATU.COM – Perbandingan statistik antara Patrick Kluivert dan Shin Tae-yong menunjukkan bahwa keduanya memiliki keunggulan masing-masing.
Shin Tae-yong unggul dalam pengalaman sebagai pelatih dengan jam terbang yang lebih tinggi, sedangkan Kluivert memiliki latar belakang karier yang lebih beragam.
Hal ini memunculkan pertanyaan: siapa yang lebih unggul?
Patrick Kluivert dilaporkan menjadi kandidat kuat untuk menggantikan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Kabar tersebut pertama kali diungkap oleh jurnalis ternama Fabrizio Romano tak lama setelah PSSI mengakhiri kontrak Shin Tae-yong pada Senin (6/1/2025).
BACA JUGA : Unggahan Perdana Shin Tae Yong Pasca Dipecat PSSI
Romano menyebut bahwa pelatih baru Timnas Indonesia bakal dikontrak selama 2 tahun, serta ditambah opsi perpanjangan 2 tahun. Namun demikian pihak PSSI baru akan mengumumkan secara resmi pada hari Minggu (12/1/2025).
Lantas siapa yang lebih unggul antara Shin Tae Yong vs Patrick Kluivert?
Simak penjelasannya sebagai berikut.
Statistik Shin Tae Yong vs Patrick Kluivert
Shin Tae-yong (STY) memiliki jam terbang kepelatihan yang lebih tinggi dibandingkan Patrick Kluivert, dengan karier yang dimulai sejak 2005. Setelah pensiun sebagai pemain, STY mengawali karier sebagai asisten pelatih di Brisbane Roar, Australia, sebelum menjadi pelatih kepala Seongnam Ilhwa di Korea Selatan (2008-2010), mengawal tim dalam 190 laga dengan rekor 82 kemenangan. Ia juga memimpin Timnas Korea Selatan (2014-2018) dan Timnas Indonesia (2019-2025). Total, STY telah melatih tim senior dalam 270 laga, dengan persentase kemenangan 42,96% dan rasio gol-kebobolan 1,25.
Sementara itu, Kluivert memulai karier kepelatihannya pada 2008 sebagai pelatih penyerang AZ Alkmaar. Sebagian besar kariernya dihabiskan sebagai asisten pelatih dan pelatih tim junior. Kluivert baru mendapat peran pelatih kepala di Timnas Curacao (2015-2016, 2021) dan Adana Demirspor (2023). Dalam total 34 laga tim senior yang ia tangani, Kluivert memiliki persentase kemenangan 35,29% dengan rasio gol-kebobolan lebih tinggi, yakni 1,47.
Meski STY unggul dalam pengalaman dan persentase kemenangan, Kluivert memiliki rasio produktivitas gol yang lebih baik. Perlu dicatat statistik ini hanya berdasarkan catatan kedua pelatih saat menangani tim senior. Tidak termasuk tim kelompok umur.
Prestasi Shin Tae Yong vs Patrick Kluivert
Patrick Kluivert
2008-2010: AZ Alkmaar (asisten)
2010: Brisbane Roar (asisten)
2010-2011: NEC (asisten)
2011-2012: Jong Twente
2012-2014: Belanda (asisten)
2015-2016: Curaçao
2016: Ajax (pemuda)
2018-2019: Kamerun (asisten)
2021: Curaçao (interim)
2023: Adana Demirspor
2025: Indonesia?
Shin Tae-yong
2005-2008: Queensland Roar (asisten)
2008-2012: Seongnam Ilhwa Chunma
2014: Korea Selatan (interim)
2014-2017: Korea Selatan (asisten)
2015-2016: Korea Selatan U-23
2016-2017: Korea Selatan U-20
2017-2018: Korea Selatan
2020-2025: Indonesia, Indonesia U23, Indonesia U20, Indonesia U17
Catatan Spesial Shin Tae Yong
Bersama Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mencatatkan sejumlah prestasi istimewa, antara lain:
1. Meningkatkan peringkat FIFA Timnas Indonesia dari posisi 173 ke 127.
2. Mengantarkan Timnas Indonesia ke final Piala AFF 2020 dengan mayoritas pemain muda.
3. Berhasil membawa Garuda Muda lolos ke Piala Asia U-20 dan U-23.
4. Membantu Indonesia meraih tiket ke Piala Asia dalam dua edisi berturut-turut, yakni 2023 dan 2027.
5. Memimpin Timnas Indonesia hingga ke semifinal Piala Asia U-23 2024.
6. Mengantarkan Timnas Indonesia lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.


