Kekalahan tersebut turut menjadi titik di mana performa Venus mulai menurun, seiring tantangan fisik yang semakin terasa.
Dalam beberapa tahun terakhir, Venus memang membatasi jumlah turnamen yang diikutinya. Pada 2024, ia hanya tampil di beberapa ajang seperti Indian Wells dan Miami sebelum kembali mengambil jeda panjang.
Sementara pada 2025, mantan petenis peringkat satu dunia itu tampil di Washington dan meraih kemenangan tunggal pertamanya setelah dua tahun penantian.
Pemilik tujuh gelar Grand Slam tersebut dijadwalkan memulai musim 2026 di Hobart International sebelum bertolak ke Melbourne. Laga terakhir yang dijalaninya adalah kekalahan tiga set dari Karolina Muchova di AS Terbuka pada September lalu.
Meski tak lagi berada di masa keemasan, nama Venus Williams tetap memiliki magnet tersendiri di tenis putri. Dengan pengalaman panjang dan mental juara, bukan tidak mungkin “Queen V” kembali menciptakan kejutan.***





