“Dengan menjadi tuan rumah, ekonomi tumbuh pesat di Aceh dan Sumut, wisata maju membawa dampak dan manfaat bagi kami Sumut dan Aceh,” ucap Fatoni.
Tak hanya itu, dengan pelaksanaan PON XXI juga membuat Sumut memiliki sejumlah venue baru untuk berolahraga berstandar nasional hingga internasional, salah satunya Stadion Madya Atletik yang berstandar internasional dan telah tersertifikasi. Tak hanya itu, venue boling dan gateball juga dinobatkan sebagai yang terbaik di Sumut.
“Kita bangga dengan adanya PON ini dibangun stadion utama yang termasuk salah satu termegah di Indonesia,” singkat Fatoni.
Prestasi selanjutnya adalah jumlah volunteer PON XXI Sumut menjadi yang terbesar dalam sejarah olahraga nasional bahkan dunia. Sebanyak 82.392 volunteer turut menyukseskan PON XXI dan melampaui jumlah volunteer di Olimpiade.
Senada dengan Fatoni, Ketua KONI Letjen Purn Marciano Norman juga menyebut PON XXI sebagai PON terbesar selama sejarah pelaksanaan PON. Selain jumlah cabor yang besar, PON XXI juga bersejarah lantaran banyak memecahkan rekor nasional.
Mulai dari cabang olahraga (Cabor) atletik yang memecahkan 7 rekor nasional dan 21 rekor PON. Selanjutnya pada cabor renang terjadi satu rekor nasional dan 17 rekor PON, selam kolam mencetak 7 rekor nasional dan 6 rekor PON, angkat besi mencetak 5 rekor senior dan 6 rekor PON, panjat tebing mencetak 4 rekor nasional dan 4 rekor PON, dan menembak mencetak 2 rekor nasional dan 20 rekor PON.
Turut hadir pada kesempatan tersebut, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Wakapolri Agus Andrianto.(Lilik)

