Selama 19 hari, Olimpiade Paris 2024 telah menghadirkan suasana yang menyenangkan dan berakhir dengan upacara penutupan di Saint Denis yang meriah dan mengesankan.
Olimpiade Paris 2024 ditutup dengan cerah dan penuh warna, melambangkan perpisahan namun juga awal baru, saat obor diserahkan ke Los Angeles untuk Olimpiade 2028.
Upacara penutupan terasa seperti perayaan kemenangan, dengan suasana meriah meskipun suhu mencapai 30 derajat Celcius.
Stadion dipadati oleh 71.500 orang yang menyaksikan pertunjukan dengan penuh semangat.
Panduan media menyoroti angka-angka mengesankan, termasuk 9.000 atlet dan 9.000 pekerja upacara.
Pertunjukan penutupan itu memukau penonton, dengan penampilan luar biasa dari Zaho de Sagazan di Versailles.
Upacara tersebut juga menghadirkan momen mengharukan, seperti prosesi atlet dan pidato penuh semangat dari ketua komite Paris, Tony Estanguet.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, hadir dan mengingatkan bahwa olahraga adalah teater.
Penutupan ini menandai serah terima Olimpiade ke Los Angeles 2028. Kota ini akan mengandalkan kekuatan Hollywood dan teknologinya, serta legenda lokalnya. LA berkomitmen untuk menggunakan infrastruktur yang ada.
Aktor Hollywood Tom Cruise membawa bendera Olimpiade ke Los Angeles, California, Amerika Serikat, dalam upacara penutupan Olimpiade Paris 2024 pada Senin dini hari, 12 Agustus 2024.
Setelah lagu kebangsaan Amerika Serikat berakhir, kamera menyorot atap Stade de France Paris. Di tempat itu, Tom Cruise yang ditunggu-tunggu muncul.
Ia berdiri di atas atap dan siap meluncur ke tengah stadion dengan sling.
Kedatangan Tom Cruise disambut sorak-sorai dari peserta upacara, yang melihat bintang Mission: Impossible ini membawa misi Olimpiade ke Los Angeles.
Tom Cruise langsung menuju tengah stadion dan menerima bendera Olimpiade, menciptakan suasana seolah-olah kita sedang menyaksikan versi lain dari film Mission: Impossible.
Paris 2024 dikenal karena pengelolaan biaya yang efektif dan menonjolkan keindahan kota sebagai panggung Olimpiade. Semangat dan keceriaan Paris tetap membekas, meski kini perhatian beralih ke Los Angeles yang akan mengusung semangat Olimpiade berikutnya.- ***
