KITAINDONESIASATU.COM – Meskipun termasuk olahraga yang masih baru di Indonesia, padel kini menunjukkan peningkatan popularitas yang signifikan. Namun, olahraga ini kerap dilabeli sebagai aktivitas mahal dan hanya digemari karena tren kekinian.
Padel diperkenalkan sebagai cabang ekshibisi dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI, sebagai langkah untuk memperluas daya tariknya di kalangan masyarakat. Olahraga yang berasal dari Meksiko ini merupakan kombinasi antara tenis dan squash, dan seperti keduanya, membutuhkan biaya yang relatif tinggi.
Biaya sewa lapangan padel umumnya berkisar antara Rp200.000 hingga Rp500.000 per jam. Harga tersebut tergolong tinggi karena desain lapangannya yang unik, yaitu berbentuk persegi panjang dengan dinding kaca dan jaring. Selain itu, raket dan bola padel juga lebih mahal dibandingkan dengan tenis dan squash karena materialnya yang berbeda.
Meningkatnya popularitas padel turut didorong oleh keterlibatan merek-merek besar seperti Adidas, FILA, Puma, dan New Balance yang meluncurkan perlengkapan olahraga padel premium. Banyak lapangan padel di Jakarta juga dilengkapi fasilitas eksklusif seperti sauna, lounge, dan kafe, serta berada di kawasan elit, yang memperkuat kesan mewah olahraga ini.
Selain itu, kehadiran selebriti dan influencer terkenal seperti Anya Geraldine, Luna Maya, Aurel Hermansyah, dan Nagita Slavina yang turut bermain padel, ikut mendongkrak citra elit dan eksklusif olahraga ini.
Meski begitu, tidak semua pemain padel bermain karena mengikuti tren semata. Banyak yang memilih padel karena dianggap lebih mudah dimainkan dibandingkan tenis atau squash, dengan teknik yang tidak terlalu kompleks.
Lapangan yang lebih kecil juga membuat padel lebih ringan secara fisik. Selain sebagai sarana olahraga, padel juga menjadi wadah bersosialisasi, melepas stres, dan membangun relasi.
