Namun, hasil tersebut sudah cukup untuk meninggalkan kesan kuat di turnamen Grand Slam awal tahun ini.
Berkat pencapaian itu, Janice melonjak 12 peringkat dari posisi 59 ke peringkat 47 dunia.
Ia pun tercatat sebagai petenis wanita Indonesia kedua yang pernah masuk Top 50 WTA sejak sistem peringkat diberlakukan pada 1975.
Nama pertama yang menorehkan prestasi serupa adalah legenda tenis Indonesia, Yayuk Basuki, yang sempat mencapai peringkat 19 dunia pada 1997.
Capaian ini melanjutkan tren positif Janice Tjen dalam dua tahun terakhir.
Pada AS Terbuka musim lalu, ia juga berhasil menembus babak kedua, mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kali petenis Indonesia menang di babak utama Grand Slam melalui Angelique Widjaja di Roland Garros 2003.***
