Akibatnya, tagihan utang Fynan membengkak hingga harus menghadapi ancaman permohonan kebangkrutan di Pengadilan Distrik Pusat London, menurut laporan The Independent.
Dalam sidang di Pengadilan Tinggi pada Senin lalu, Fynan yang mewakili dirinya sendiri mengajukan banding atas keputusan kebangkrutan sebelumnya. Namun, dia diberi tahu bahwa upaya bandingnya “tidak ada harapan” dan hanya menunda keputusan.
Untuk menutup sebagian utangnya, Fynan bahkan menjual medali Liga Champions 2005 miliknya seharga minimal US$ 15.000 (~Rp 251 juta), beserta kaus yang ia kenakan di laga final. Fynan meraih medali tersebut saat ia tampil bersama Tim Liverpool yang comeback dramatis dari defisit 0-3 lawan AC Milan.
Setelah gantung sepatu di tahun 2010, Fynan sempat terjun ke bisnis properti di London barat daya bersama saudaranya melalui dua perusahaan. Namun, usaha itu gagal dan justru menjadi akar masalah keuangan mereka.***


