Namun, Joshua justru tampil tenang dan terkontrol. Ia mengatur tempo, membaca pergerakan lawan, dan melepaskan pukulan keras tanpa perlu memaksakan diri. Meski tidak tampil all-out, tekanan konstan Joshua perlahan menguras tenaga Paul.
Jake Paul lebih banyak bergerak menghindar, sesekali mencoba serangan balasan yang minim dampak. Ketika stamina mulai menurun, ia kerap mendekat dan memeluk Joshua untuk menghentikan ritme serangan.
Sayangnya, bahkan pukulan setengah tenaga Joshua sudah cukup membuat Paul kehilangan keseimbangan dan kecepatan.
Upaya Paul bertahan hingga ronde keenam akhirnya gagal. Ia terjatuh sebanyak tiga kali sebelum wasit menghentikan laga dan menyatakan kemenangan KO teknis untuk Joshua.
Tak lama setelah itu, Paul langsung dibawa ke rumah sakit, dengan laporan media AS menyebutkan adanya patah rahang akibat pukulan keras.
Cedera ini membuat masa depan Jake Paul kembali dipertanyakan, terutama terkait keberaniannya menantang petinju kelas atas. Meski begitu, sorotan media tetap mengalir deras, sejalan dengan citra “tinju hiburan” yang selama ini ia bangun.






