KITAINDONESIASATU.COM – Salah satu akademisi yang ditunjuk menjadi menteri di kabinet Prabowo-Gibran adalah Yassierli.
Yassierli dipercaya oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk menempati posisi sebagai Menteri Ketenagakerjaan dalam Kabinet Merah Putih.
Yassierli adalah Guru Besar di Kelompok Keahlian Ergonomi, Rekayasa Kerja, dan Keselamatan Kerja di Fakultas Teknologi Industri (FTI), Institut Teknologi Bandung (ITB).
Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Teknik Industri ITB pada tahun 1997, dan setelah itu mulai mengajar serta melakukan penelitian di kampus yang sama sejak 1998. Ia juga memperoleh gelar S2 di bidang Teknik dan Manajemen Industri (1998-2000), serta menyelesaikan pendidikan profesi insinyur di ITB pada 2019.
Pada tahun 2001, Yassierli melanjutkan studi doktoralnya di bidang Industrial and Systems Engineering di Virginia Polytechnic Institute and State University, Amerika Serikat, dan berhasil meraih gelar Ph.D. pada 2005.
Ia bahkan sempat menjadi adjunct faculty di universitas tersebut pada 2006.
Selain kariernya sebagai profesor, Yassierli pernah menjabat sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Manusia dan Organisasi (UPT PMO) ITB dari 2015 hingga 2017.
Yassierli juga merupakan anggota Senat Akademik ITB dan terlibat dalam Komite Manajemen Risiko Majelis Wali Amanat (MWA) ITB.
Di luar ITB, ia pernah memimpin Southeast Asian Network of Ergonomics Society (Seanes) dan menjadi Ketua Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI). Ia juga memegang sertifikasi Certified Human Factors Professional (CHFP) dari Board of Certification in Professional Ergonomics, Amerika Serikat.
Yassierli telah menerima beberapa penghargaan, termasuk 100 Tokoh K3 Indonesia pada 2022 dan penghargaan dari International Ergonomics Association serta Industrial Engineering and Operations Management Society pada 2021.
Sebagai akademisi, ia telah menerbitkan lebih dari 30 makalah di jurnal internasional dan menulis beberapa buku mengenai ergonomi dan design thinking.
Selain mengajar, Yassierli juga berperan sebagai konsultan bagi sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta aktif dalam perencanaan strategis di berbagai kementerian.- ***




