Profil Widiyanti Putri
Berikut profil Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Sebelum menjadi menteri, Widiyanti dikenal sebagai pengusaha dan istri dari pengusaha ternama, Wishnu Wardhana.
Dihimpun dari artikel yang pernah tayang di KitaIndonesiaSatu.com, Widiyanti merupakan sosok yang tidak asing di dunia bisnis, khususnya di sektor agribisnis.
Sebelum menjabat sebagai menteri, Widiyanti menjabat sebagai Komisaris di PT Teladan Prima Agro (TPA), sebuah perusahaan agribisnis yang mengelola perkebunan dan pabrik kelapa sawit.
Perusahaan ini mulai beroperasi sejak tahun 2004 dan memiliki basis operasional di Provinsi Kalimantan Timur. Wilayah operasinya meliputi Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Paser, hingga Kabupaten Kutai Kartanegara.
Sebagai salah satu penggerak utama di TPA, Widiyanti Putri berperan penting dalam memajukan perusahaan tersebut.
Ia mulai menjabat sebagai Komisaris pada tahun 2021, namun kontribusinya sudah terlihat jauh sebelum itu. Pada tahun 2012 hingga 2021, ia menjabat sebagai Direktur di PT Teladan Prima Agro.
Selain itu, Widiyanti juga dipercaya menjadi Komisaris di berbagai anak perusahaan di bawah PT Teladan Prima Agro sejak tahun 2013. Bahkan, sebelum terlibat langsung di TPA, ia menjabat sebagai Komisaris di PT Teladan Agro Resources dari tahun 2007 hingga 2012.
Dalam latar belakang pendidikan, Widiyanti Putri meraih gelar Bachelor of Science di bidang Administrasi Bisnis dari Pepperdine University, Malibu, California, Amerika Serikat pada tahun 1993.
Selama masa perkuliahan itulah ia bertemu dengan Wishnu Wardhana, yang kemudian menjadi suaminya. Keduanya menikah pada tahun 1996 dan sejak itu, mereka bersama-sama membangun karier di dunia bisnis.
Latar belakang keluarga Widiyanti juga cukup berpengaruh dalam perjalanan kariernya. Ia merupakan putri dari Wiwoho Basuki Tjokronegoro, seorang pengusaha terkemuka di bidang pertambangan.
Selain dikenal sebagai pengusaha, Wiwoho juga aktif sebagai investor seni dan Ketua Masyarakat Keris Indonesia. Ia banyak mendukung pengrajin lokal dalam membuat belati tradisional, yang menunjukkan bahwa kecintaan terhadap budaya dan seni sudah mengalir dalam darah keluarga Widiyanti.***


