Veronica juga mengingatkan dirinya bahwa ia tak boleh menghakimi apapun keputusan dan pilihan orang lain.
“Saya mencari semua latar belakang dan kemampuan semua capres, tentu sekali lagi dalam sudut yang subjektif karena saya percaya kita tidak boleh menghakimi apapun keputusan dan pilihan orang lain,” ia menuturkan.
“Tidak ada kesempurnaan yang saya dapati, selalu ada celah, lubang dan masalah di antara mereka.
“Namun saya yakini kita tidak memilih ‘malaikat’ tanpa dosa di sini”.
Maka kali ini saya gunakan ‘hati dan rasa’ seorang wanita, ibu dan rakyat biasa mengenang kembali apa yang pernah saya rasakan, saya lihat dan saya temukan,” lanjutnya.
“Indonesia sudah berjalan di jalur yang benar, banyak kerikil dan duri dalam perjalanan adalah tanggung jawab kita semua untuk menyingkirkan, tetap waras tetap welas asih dalam bahasa cinta untuk mengingatkan mereka yang belok dan lupa jalan,” ujarnya.
“Keyakinan ini masih belum luntur, apa yang pernah kita bicarakan bahwa wanita harus kuat walau diadang banyak masalah dan cobaan karena saya yakin jika wanita kuat maka Bangsa ini akan hebat,” ungkapnya.
“Izinkan saya untuk katakan: Perjuangan bangsa ini masih akan berjalan saya percaya Indonesia Emas 2045 akan terwujud,” katanya mengakhiri. (Aris MP)





Respon (1)