KITAINDONESIASATU.COM – Tuan Guru Bajang Muhammad Zaimul Majdi (TGB) Zaimul Majdi belakangan ini menjadi perbincangan dikalangan politisi dan pasca mundurnya dari dunia politik.
Seperti kita ketahui seorang tokoh dari Nusa Tenggara Barat (NTB) yang juga sebagai Gubernur NTB 2008-2018 yang juga berkali-kali keluar masuk partai politik (Parpol).
TGB juga tercatat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah PB NWDI yang pernah bergabung di empat Parpol, seperti PBB, Demokrat, Golkar hingga Perindo.
Dia pun juga pernah terpilih sebagai gubernur termuda di Indonesia saat usianya 36 tahun mejabat Gubernur NTB tahun 2008 yang diusung PBB dan PKS.
Terakhir TGB bergabung di Perindo sebagai Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo yang didirikan oleh Hary Tanoesoedibjo dari Perindo inilah kemudian TGB mundur dari dunia politik per 30 Oktober 2024.
Mundurnya TGB dari percaturan politik ternyata bukan karena dukung mendukung dalam Pilkada di NTB 2024, namun ingin meningkatkan kapasitasnya di dunia akademisi.
Ketua Pimpinan Wilayah NWDI NTB, TGH Mahalolli Fikri seoerti dilansir kantor berita Antara menyebutkan jika TGB mundur dari percaturan politik lantara ingin mengambil sertifikasi dosen.
“Ini sebagai bagian dari upayanya dalam meningkatkan kapasitas sebagai akademisi dan pimpinan perguruan tinggi,” katanya dalam pernyataan tertulis, Sabtu (2/11/2024).
Diketahui saat ini TGB menjabat sebagai rektor di Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) NWDI Pancor Lombok Timur, NTB.
Sementara gelar profesor mengharuskan peserta untuk tidak terlibat dalam aktivitas politik partisan, itu sebabnya TGB memilih mundur dari dunia politik.
Dikatakan Fikri, TGB menunjukkan komitmennya dalam meraih gelar itu (Guru Besar) langkah ini perlu mendapat dukungan penuh dari kita semua.
Bantahan ini sekaligus membantah adanya rumor Perindu terkait dukungan politis dalam Pilkada 2024, rumor ini hanyalah isu yang beredar seperti hanya mengetahui bagian kulitnya saja.
Rupanya sikap TGB ini mendapat dukungan dari kalangan akademisi di NTB, sehingga Fikri harus menjelaskan secara mendalam terkait rumor yang berkembang selama ini.
“Dengan hormat melalui surat ini saya menyampaikan pengunduran diri dari kepengurusan dan keanggotaan Partai perindo. Terima kasih semoga Partai Perindo semakin maju dan jaya,” kata TGB dalam suratnya yang ditujukan kepada DPP Partai Perindo di Jakarta. **


