KITAINDONESIASATU.COM – Dunia pasar modal Indonesia dikejutkan oleh pengumuman resmi pengunduran diri Iman Rachman dari jabatannya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas gejolak luar biasa yang menimpa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama beberapa hari terakhir, yang sempat memicu kebijakan trading halt.
Iman Rachman bukanlah sosok baru di industri keuangan. Pria kelahiran Jakarta, 31 Mei 1972 ini, menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Padjadjaran (1995) dan meraih gelar MBA dari Leeds University Business School, Inggris (1997).
Sebelum menahkodai BEI sejak Juni 2022, ia memiliki rekam jejak panjang sebagai bankir investasi dan eksekutif di berbagai BUMN strategis.
Karier profesionalnya mencakup berbagai posisi krusial yang memperkuat posisinya sebagai pakar restrukturisasi dan keuangan, di antaranya:
- PT Mandiri Sekuritas: Direktur Investment Banking (2003–2016).
- PT Pelindo II & III: Direktur Keuangan (2016–2019).
- PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA): Direktur Utama (2019–2020).
- PT Pertamina (Persero): Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha (2020–2022).
Pengunduran dirinya di tengah tekanan pasar akibat isu transparansi penilaian MSCI menjadi catatan penting dalam sejarah bursa domestik. Meski ia mundur, optimisme pasar mulai terlihat dengan IHSG yang perlahan bergerak ke zona hijau pada sesi perdagangan hari ini.(*)






