“Berarti menteri-menteri baru harus mampu lakukan lompatan kinerja ekonomi,” katanya.
Di bagian lain, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Telisa Aulia Falianty menilai alasan utama penunjukan SMI, adalah karena dianggap sebagai sosok yang punya kredibilitas.
Dia juga mengatakan bahwa SMI telah teruji ketika dunia, termasuk Indonesia, dihajar badai pandemi Covid-19.
“Fiskal kita terjaga dengan sangat baik, baik pada kondisi ekonomi yang normal maupun dalam krisis seperti Covid-19 kemarin,” kata dia.
Menurutnya, SMI juga telah menunjukkan kemampuan membuat APBN sebagai shock absorber, ketika masa krisis. Sebaliknya, pada masa normal, fiskal berfungsi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi.
“Sekarang ini, saya kira, agak langka mencari pengganti se-kredible SMI ,” kata dia. (Aris MP)




