Sosok

Sosok Sekjen PBB Antonio Guterres yang Dilarang Masuk ke Israel, Ini Alasannya

×

Sosok Sekjen PBB Antonio Guterres yang Dilarang Masuk ke Israel, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini
Sosok Sekjen PBB Antonio Guterres yang Dilarang Masuk ke Israel, Ini Alasannya
Sekjen PBB Antonio Guterres

KITAINDONESIASATU.COM – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dilarang masuk Israel setelah pernyataannya yang dianggap netral terkait eskalasi konflik Timur Tengah. 

Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, mengumumkan larangan ini melalui media sosial pada 2 Oktober 2024, tidak lama setelah serangan Iran ke Israel. 

“Saya memutuskan hari ini untuk menyatakan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebagai orang yang tidak diinginkan di Israel dan melarang dia masuk ke Israel,” katanya, melalui X @Israel_Katz, Rabu (2/10/2024).

Katz menilai Guterres gagal secara tegas mengutuk serangan Iran terhadap Israel dan tidak menyatakan Hamas sebagai organisasi teroris. 

BACA JUGA : PROFIL Johanis Tanak yang Lolos jadi Capim KPK, Berikut Kontroversinya

Keputusan ini menuai kecaman dari PBB, yang menganggap tindakan Israel sebagai serangan terhadap staf PBB. 

Konflik ini berawal dari ketegangan akibat serangan Israel di beberapa negara Timur Tengah, serta respons Iran yang mengklaim aksinya sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin Hizbullah dan Hamas oleh Israel.

Profil Antonio Guterres

Antonio Guterres adalah Sekretaris Jenderal PBB yang kesembilan, menjabat sejak 1 Januari 2017. 

Lahir di Lisbon, Portugal, pada 30 April 1949, Guterres merupakan lulusan teknik dari Instituto Superior Técnico dan fasih berbicara dalam beberapa bahasa seperti Portugis, Inggris, Prancis, dan Spanyol. 

Istrinya, Catarina de Almeida Vaz Pinto, saat ini menjabat sebagai wakil wali kota Lisbon di bidang budaya. Mereka memiliki dua anak dan tiga cucu.

Guterres memulai karier di bidang pelayanan publik, menjadi sukarelawan di lingkungan miskin di Lisbon. 

Pada 1976, ia terpilih menjadi anggota parlemen dan memimpin partai oposisi selama hampir dua dekade. 

Pada 1995, ia terpilih sebagai Perdana Menteri Portugal dan menjabat selama tujuh tahun. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *