KITAINDONESIASATU.COM – Marina Budiman, salah satu pionir terkemuka di industri teknologi Indonesia, mengukuhkan diri sebagai wanita terkaya di Indonesia dan berhasil menembus jajaran 10 orang terkaya di Tanah Air, menempati posisi ke-8 dalam daftar per Desember 2025. Kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai US$8,2 miliar atau Rp136,12 triliun, didorong oleh lonjakan signifikan saham perusahaannya.
Marina Budiman adalah co-founder dan Presiden Komisaris PT DCI Indonesia Tbk (DCII), perusahaan pusat data (data center) yang kini menjadi pemain utama dalam infrastruktur digital nasional. Keberhasilannya ini menjadikannya satu-satunya perempuan yang masuk dalam sepuluh besar konglomerat Indonesia tahun 2025.
Lulusan Ekonomi dan Keuangan dari University of Toronto, Kanada, pada tahun 1985 ini memulai kariernya di Bank Bali sebagai Account Officer. Namun, kecintaannya pada teknologi membawanya ke PT Sigma Cipta Caraka pada tahun 1989, tempat ia menjabat sebagai Product Manager hingga menjadi Chief Financial Officer (CFO) pada tahun 2000.
Bersama rekan bisnisnya, Otto Toto Sugiri, yang kini berada di posisi ke-6 orang terkaya, Marina Budiman adalah sosok penting di balik pendirian Indointernet (Indonet) pada tahun 1994, yang merupakan penyedia layanan internet (ISP) komersial pertama di Indonesia.
Pada tahun 2011, ia mendirikan DCI Indonesia. Kenaikan tajam saham DCII, didorong oleh permintaan infrastruktur digital yang masif, telah melambungkan nilai kekayaannya.
Di kalangan industri, ia dikenal sebagai “Ratu Data” berkat kontribusi besarnya dalam membangun fondasi teknologi informasi dan pusat data di Indonesia. Wanita terkaya ini tidak segan-segan memberikan ilmunya dalam berbagai kesempatan di dalam maupun luar negeri. (*)




