KITAINDONESIASATU.COM – Sosok H. Sudewo, ST., MT. tengah menjadi sorotan publik sejak dilantik sebagai Bupati Pati periode 2025–2030. Bukan hanya karena kiprahnya di dunia politik yang cukup panjang, tetapi juga akibat kebijakan kontroversial yang sempat memicu gelombang protes besar-besaran.
Siapa sebenarnya Sudewo? Bagaimana perjalanan kariernya hingga duduk di kursi orang nomor satu di Kabupaten Pati? Berikut ulasan lengkapnya.
Profil Sudewo Bupati Pati
Sudewo lahir di Pati, Jawa Tengah, pada 11 Oktober 1968. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 1 Slungkep, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kayen dan lulus tahun 1985. Setelah itu, ia bersekolah di SMA Negeri 1 Pati, tamat pada tahun 1988.
Pendidikan tinggi Sudewo ditempuh di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, jurusan Teknik Sipil, dan lulus pada tahun 1993. Tak berhenti di sana, ia melanjutkan studi S2 di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, meraih gelar Magister Teknik Pembangunan pada 2001.
Pendidikan di bidang teknik ini kelak membentuk karier awalnya yang banyak berkecimpung di proyek-proyek konstruksi dan infrastruktur.
Perjalanan Karier Sudewo
Setelah meraih gelar sarjana, Sudewo bekerja di PT Jaya Konstruksi (1993–1994). Ia kemudian terlibat di berbagai proyek Kementerian Pekerjaan Umum di Bali, Karanganyar, dan Jawa Timur pada periode 1994–2006.
Di pertengahan kariernya, Sudewo memutuskan terjun ke dunia bisnis dengan mendirikan usaha konstruksi sendiri. Keberhasilannya di sektor swasta membuka jalan untuk masuk ke ranah politik.
Karier politiknya dimulai pada 2009 saat ia menjadi Anggota DPR RI dari Partai Demokrat. Setelah vakum sejenak, ia kembali duduk di Senayan pada periode 2019–2024 melalui Partai Gerindra, bertugas di Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, perhubungan, dan pembangunan desa.
Pada 20 Februari 2025, Sudewo resmi dilantik sebagai Bupati Pati, berpasangan dengan Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra. Kemenangan ini menjadi langkah besar dalam karier politiknya, menggeser petahana dan membawa harapan baru bagi masyarakat Pati.
Dalam visi misinya, Sudewo menekankan pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, terutama sektor pertanian dan UMKM.
Kontroversi Kenaikan PBB-P2 250%
Tak lama setelah menjabat, Sudewo mengumumkan kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250%. Alasan yang disampaikan adalah penyesuaian tarif setelah 14 tahun tidak mengalami revisi, serta untuk meningkatkan pendapatan daerah.
Namun, kebijakan ini justru memicu gelombang penolakan. Pada 13 Agustus 2025, ribuan warga turun ke jalan melakukan demonstrasi besar-besaran, menuntut pembatalan kenaikan dan bahkan meminta Sudewo mundur dari jabatannya.
Menanggapi tekanan publik, Sudewo akhirnya membatalkan kebijakan tersebut dan meminta maaf. Ia berjanji akan melakukan evaluasi lebih mendalam sebelum mengambil kebijakan strategis di masa depan.
Harta Kekayaan Bupati Sudewo
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 11 April 2025, Sudewo memiliki total kekayaan sebesar Rp31,5 miliar. Aset tersebut meliputi:
Tanah & Bangunan senilai Rp17,03 miliar di berbagai lokasi, termasuk Solo, Yogyakarta, Bogor, Depok, Pacitan, dan Tuban.
Kendaraan senilai Rp6,33 miliar, terdiri dari BMW X5 2023, Toyota Alphard 2024, Toyota Land Cruiser 2019, dan kendaraan lainnya.
Surat Berharga senilai Rp1,3 miliar.
Kas dan Setara Kas sebesar Rp6,67 miliar.
Kekayaan ini sebagian besar diperoleh dari bisnis di sektor konstruksi sebelum ia fokus di dunia politik.
Sudewo dikenal sebagai sosok tegas dan cepat mengambil keputusan, gaya yang dipengaruhi oleh latar belakangnya di dunia teknik. Namun, pengalaman awalnya sebagai bupati membuktikan bahwa kebijakan yang tidak diiringi komunikasi publik yang baik bisa menimbulkan resistensi besar.
Ke depan, tantangan terbesar Sudewo adalah memulihkan kepercayaan publik setelah kontroversi PBB-P2. Ia juga dihadapkan pada tuntutan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memastikan kebijakan pro-rakyat tetap menjadi prioritas.
H. Sudewo, ST., MT. adalah figur yang memiliki latar belakang teknik, pengalaman bisnis, dan rekam jejak politik yang panjang. Perjalanan dari seorang insinyur konstruksi hingga menjadi Bupati Pati membuktikan kemampuannya beradaptasi di berbagai bidang.
Meski awal masa jabatannya diwarnai kontroversi kenaikan PBB-P2, keputusan untuk membatalkan kebijakan tersebut menunjukkan fleksibilitasnya dalam merespons aspirasi rakyat. Kini, tantangan terbesar Sudewo adalah membangun kembali kepercayaan masyarakat dan mewujudkan program-program prioritas yang ia janjikan.






