KITAINDONESIASATU.COM – Sepak bola Indonesia kini tengah berada di era kebangkitan, terutama sejak kedatangan beberapa pemain keturunan yang memilih untuk membela Timnas Garuda. Salah satu nama yang sedang hangat dibicarakan adalah Kevin Diks, bek tangguh yang kini bermain di Bundesliga Jerman bersama Borussia Mönchengladbach.
Lantas, siapa sebenarnya Kevin Diks, bagaimana perjalanan kariernya di Eropa, dan apa saja kontribusinya untuk sepak bola Indonesia? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Profil Lengkap Kevin Diks
- Nama lengkap: Kevin Diks Bakarbessy
- Tanggal lahir: 6 Oktober 1996
- Tempat lahir: Apeldoorn, Belanda
- Usia: 28 tahun (2025)
- Tinggi badan: ±186 cm
- Posisi utama: Bek serbaguna (kanan, kiri, dan tengah)
- Kewarganegaraan: Belanda & Indonesia
Kevin Diks lahir dan besar di Belanda. Ia memiliki darah Indonesia dari ibunya, dan pada 8 November 2024 resmi mendapatkan kewarganegaraan Indonesia. Hal ini membuka jalan baginya untuk membela Timnas Garuda di level internasional.
Karier Kevin Diks
Kevin Diks mengawali perjalanannya di dunia sepak bola sejak usia muda. Pada tahun 2005, ia bergabung dengan akademi Vitesse Arnhem, salah satu klub Eredivisie. Setelah hampir 10 tahun berproses di akademi, ia melakukan debut profesional pada 2014.
Penampilan solidnya bersama Vitesse membuatnya menjadi salah satu bek muda potensial di Belanda. Tak butuh waktu lama, klub-klub Eropa mulai melirik bakatnya.
Pada 2016, Kevin Diks mendapat kesempatan besar ketika Fiorentina memboyongnya dengan kontrak jangka panjang. Saat itu, ia masih berusia 20 tahun. Di Italia, ia mengenakan nomor punggung 34 sebagai bentuk penghormatan kepada sahabatnya, Abdelhak Nouri, yang mengalami tragedi di lapangan.
Sayangnya, karier Diks di Fiorentina tidak berjalan mulus. Persaingan ketat di lini belakang membuatnya lebih sering dipinjamkan ke klub lain untuk mendapatkan menit bermain.
Selama berseragam Fiorentina, Kevin Diks dipinjamkan ke berbagai klub:
- Vitesse (2017) – kembali ke klub lamanya.
- Feyenoord (2017–2018) – di sini ia ikut meraih KNVB Cup dan Johan Cruijff Shield.
- Empoli (2019) – sempat bermain di Serie A, meski tidak bertahan lama.
- AGF Aarhus (2019–2021) – tampil konsisten di Superliga Denmark dan mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya.
Pengalaman di berbagai liga Eropa membuat Kevin matang, baik secara teknik maupun mental.
Puncak Karier di FC Copenhagen
Pada Juli 2021, Kevin Diks menandatangani kontrak empat tahun dengan FC Copenhagen. Di sinilah kariernya benar-benar bersinar. Ia tampil reguler sebagai bek tengah maupun sayap, bahkan ikut membantu klub meraih berbagai prestasi:
- Liga Denmark: 2021–22, 2022–23, 2024–25
- Piala Denmark: 2022–23, 2024–25
Berkat konsistensinya, Kevin Diks masuk dalam Statistical Team of the Season Liga Denmark 2023–24. Hal ini membuat namanya semakin diperhitungkan di Eropa.
Pada Januari 2025, Borussia Mönchengladbach mengumumkan bahwa Kevin Diks akan bergabung mulai musim 2025–26 dengan kontrak hingga 2030. Transfer ini sangat spesial karena:
Ia bergabung secara bebas transfer dari FC Copenhagen.
Mencatat sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang tampil di Bundesliga, salah satu liga terbaik dunia.
Debutnya bersama Gladbach di Bundesliga pada Agustus 2025 menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Indonesia. Banyak fans Garuda yang bangga melihat bendera Merah Putih akhirnya hadir di panggung sepak bola Jerman.
Sebelum memilih Indonesia, Kevin Diks sempat membela tim nasional Belanda di level U19, U20, dan U21. Namun, kesempatan untuk menembus tim senior Belanda sangat sulit karena persaingan yang ketat.
Pada 2024, ia resmi menyatakan kesetiaannya kepada Timnas Indonesia. Debutnya terjadi pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Jepang (15 November 2024). Meski harus ditarik keluar karena cedera, kehadirannya tetap membawa semangat baru bagi Timnas.
Kehadiran Kevin Diks menambah kedalaman skuad Indonesia, terutama di lini belakang. Dengan postur tinggi, disiplin, dan pengalaman Eropa, ia bisa menjadi pemimpin di pertahanan Garuda.
Kevin Diks adalah bukti nyata bahwa kerja keras, konsistensi, dan kesetiaan pada akar budaya bisa membawa karier seseorang menuju puncak. Dari akademi Vitesse, merantau ke Italia, Denmark, hingga kini menembus Bundesliga, ia menunjukkan perjalanan panjang penuh perjuangan.
Bagi Indonesia, Kevin Diks bukan hanya sekadar pemain naturalisasi. Ia adalah simbol kebanggaan bangsa, yang akan membantu Timnas Garuda bersaing di level internasional. Dengan usia 28 tahun dan masih banyak musim di depannya, masa depan cerah menanti Kevin Diks bersama Indonesia dan Borussia Mönchengladbach.




