KITAINDONESIASATU.COM – Nama Jaya Hercules Rosario de Marshal atau lebih dikenal sebagai Hercules, tiba-tiba menjadi sorotan publik usai insiden bentrok antara organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) yang dipimpinnya dengan Pemuda Pancasila di Blora, Jawa Tengah, dan Bandung, Jawa Barat pada Januari 2025.
Peristiwa yang terjadi pada 14 Januari di Blora dan 15 Januari di Bandung mengundang perhatian, terutama setelah video bentrokan di Bandung menjadi viral di media sosial.
Namun, bagaimana sebenarnya perjalanan hidup dan karier Hercules, serta peranannya dalam GRIB yang kini dipimpinnya? Simak informasi selengkapnya berikut ini.
Peran Hercules dalam Bentrokan GRIB vs Pemuda Pancasila
Pada Januari 2025, bentrokan antara anggota GRIB yang dipimpin oleh Hercules dan Pemuda Pancasila memicu banyak perhatian. Kejadian ini mengakibatkan beberapa orang terluka, dengan 12 orang dilaporkan mengalami cedera dalam insiden di Blora. Bentrokan tersebut, yang juga sempat viral di media sosial, memunculkan kekhawatiran akan ketegangan lebih lanjut antara dua ormas besar tersebut.
Namun, Hercules dengan tegas meminta semua anggota GRIB untuk tidak terprovokasi dan menjaga ketenangan. Dalam pernyataan yang dibuatnya, ia menjelaskan bahwa insiden tersebut hanyalah sebuah kesalahpahaman yang dapat diselesaikan dengan baik. Ia mengimbau agar situasi tidak diperburuk, mengingat bentrokan itu sudah diatasi dengan jalan damai.
Mengenal Jaya Hercules Rosario de Marshal
Rosario de Marshal alias Hercules adalah seorang tokoh kontroversial yang dikenal karena masa lalu yang penuh dengan kisah dramatis. Lahir di Timor Timur, Hercules berasal dari keluarga petani dan terlahir dengan nama yang berbeda sebelum akhirnya dikenal dengan julukan “Hercules” oleh Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada tahun 1975. Julukan tersebut diberikan karena kehebatan fisiknya dalam mengangkat karung seberat 100 kilogram meski postur tubuhnya terbilang kecil.
Pemberian nama “Hercules” ini pun menjadi ikon dalam perjalanan hidupnya, dan nama tersebut terus melekat pada dirinya hingga kini. Setelah sempat tinggal di Jakarta pada 1987, Hercules memilih untuk berjualan rokok di kawasan Tanah Abang, alih-alih bekerja di pabrik elektronik seperti yang direncanakan sebelumnya. Keputusannya ini membawa Hercules untuk terlibat dalam dunia yang kelak membentuk reputasinya sebagai sosok yang kuat dan berpengaruh di kawasan tersebut.
Perjalanan Karier dan Dunia Bisnis
Sebelum menjadi sosok yang dikenal banyak orang, Hercules sempat terlibat dalam dunia premanisme. Pada awalnya, dia berjualan rokok di kawasan Tanah Abang, Jakarta, yang kemudian berkembang menjadi tempat bisnis yang dikuasainya. Di kawasan ini, Hercules dikenal sebagai sosok yang tidak mudah dipermalukan dan siap melawan siapa saja yang mencoba mengusiknya.
Salah satu catatan penting yang mencuat dalam sejarah kariernya adalah saat ia memimpin kelompok yang terdiri dari pemuda-pemuda asal Timor Timur. Hercules memimpin kelompok ini dengan menguasai Kelurahan Jatibunder, Tanah Abang pada tahun 1994, di mana mereka mengontrol pungutan dari pedagang pasar serta aktivitas di kawasan Bongkaran dekat stasiun.
Keterlibatan dalam Timor Timur dan Hubungan dengan Prabowo Subianto
Pada akhir 1970-an hingga awal 1980-an, Hercules terlibat dalam operasi militer di Timor Timur, sebuah pengalaman yang membuatnya semakin dikenal. Saat itu, Hercules memberikan bantuan logistik kepada TNI, khususnya kepada pasukan Kopassus yang dipimpin oleh Prabowo Subianto. Ini menjadi awal dari hubungan erat antara Hercules dan Prabowo, yang masih berlangsung hingga kini.
Meskipun tak memiliki hubungan langsung dengan Partai Gerindra yang dipimpin oleh Prabowo, Hercules dan GRIB Jaya mendukung penuh pencalonan Prabowo sebagai presiden pada pemilu 2024. Ia memerintahkan seluruh anggota GRIB Jaya untuk memberikan dukungan penuh kepada Prabowo.
GRIB Jaya dan Kontribusinya
Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) adalah sebuah organisasi masyarakat yang memiliki pengaruh besar di Indonesia, terutama di wilayah Jakarta. Sebagai Ketua Umum DPP GRIB, Hercules dikenal sebagai sosok yang memiliki pengaruh kuat. Meski ada beberapa kontroversi dalam perjalanan hidupnya, ia tetap memiliki pengikut yang setia, terutama di kalangan mereka yang berasal dari Timor Timur atau yang memiliki hubungan dekat dengan wilayah tersebut.
Di bawah kepemimpinan Hercules, GRIB Jaya telah terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan politik, yang tidak jarang menyulut polemik. Namun, Hercules selalu menegaskan bahwa tujuannya adalah untuk menjaga keutuhan dan persatuan Indonesia, serta memastikan kesejahteraan anggotanya.
Kontroversi dan Pengaruh di Tanah Abang
Di Tanah Abang, Hercules memiliki pengaruh besar dan dikenal sebagai sosok yang tidak segan-segan mengambil tindakan keras terhadap mereka yang mengganggu ketertiban. Namun, meski dikenal dengan kekuatannya, Hercules juga pernah merasakan kegagalan dan kekalahan, seperti dalam bentrokan sengit pada tahun 1997 yang mengakibatkan kelompoknya terdesak dan kalah dari kelompok Betawi yang dipimpin oleh Muhammad Yusuf Muhi (Ucu Kambing).
Setelah kejadian tersebut, Hercules sempat pindah ke Indramayu, namun ia tetap menjalankan bisnisnya di dunia keamanan dan memiliki banyak koneksi di dunia bisnis dan politik. Keberhasilan Hercules dalam mengelola bisnis jasa keamanan menjadi bukti bagaimana ia mampu mengubah tantangan menjadi peluang.
Jaya Hercules Rosario de Marshal adalah seorang tokoh yang sangat berpengaruh, meskipun memiliki sisi kontroversial dalam kehidupan pribadinya. Dari mantan preman Tanah Abang hingga menjadi Ketua Umum GRIB, perjalanan hidup Hercules menunjukkan perubahan yang signifikan dalam dirinya. Sebagai sosok yang sering terlibat dalam peristiwa besar, baik itu dalam dunia bisnis, sosial, maupun politik, Hercules tetap menjadi sosok yang menarik untuk diikuti.
Dengan keterlibatan aktif dalam politik dan mendukung Prabowo Subianto, serta tetap menjaga ketertiban anggotanya di GRIB Jaya, Hercules terus memainkan peran penting dalam perkembangan politik dan sosial di Indonesia.




