KITAINDONESIASATU.COM – Krisis politik Venezuela kembali memasuki babak paling dramatis dalam sejarah modern negara Amerika Latin tersebut. Dalam rentang waktu 3–4 Januari 2026, dunia internasional dikejutkan oleh operasi militer besar-besaran Amerika Serikat di Caracas yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Tak lama berselang, Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Delcy Rodríguez sebagai presiden interim (sementara).
Langkah ini memicu pertanyaan besar: siapa sebenarnya Delcy Rodríguez, bagaimana latar belakangnya, dan apa dampaknya bagi masa depan Venezuela yang kini berada dalam kondisi darurat politik?
Venezuela dalam Krisis: Operasi Militer AS dan Penangkapan Nicolás Maduro
Situasi politik Venezuela berubah drastis ketika Amerika Serikat melancarkan operasi militer yang mereka sebut sebagai upaya “stabilisasi dan transisi demokratis”. Operasi ini dilakukan langsung di Caracas dan beberapa titik strategis negara tersebut.
Dalam operasi tersebut, Presiden Nicolás Maduro dan Cilia Flores berhasil ditangkap dan diterbangkan ke Amerika Serikat. Pemerintah AS menyatakan bahwa Maduro akan segera menjalani proses hukum di pengadilan federal.
Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa Amerika Serikat akan “menjalankan Venezuela sementara waktu” hingga tercipta transisi kekuasaan yang aman. Trump juga mengklaim bahwa Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, telah melakukan komunikasi langsung dengan Wakil Presiden Venezuela saat itu, Delcy Rodríguez.
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari pemerintah Venezuela dan sekutunya.
Respons Delcy Rodríguez: Maduro Tetap Presiden Sah Venezuela
Tak lama setelah pengumuman AS, Delcy Rodríguez tampil di hadapan publik dan menegaskan bahwa Nicolás Maduro tetap merupakan satu-satunya presiden sah Venezuela.
Ia menyebut penangkapan Maduro sebagai bentuk “penculikan internasional” dan memperingatkan bahwa tindakan semacam ini bisa menjadi preseden berbahaya bagi negara-negara lain di kawasan Amerika Latin.
“Apa yang dilakukan terhadap Venezuela hari ini bisa terjadi pada negara mana pun di kawasan. Penggunaan kekuatan ini bisa diarahkan ke negara mana pun,” ujar Rodríguez.
Pernyataan tersebut menegaskan sikap keras Caracas terhadap intervensi asing, sekaligus memperlihatkan posisi Delcy Rodríguez sebagai figur utama pemerintahan pasca-penangkapan Maduro.
Mahkamah Agung Venezuela Tunjuk Delcy Rodríguez sebagai Presiden Interim
Situasi kemudian berkembang cepat. Setelah dipastikan bahwa Maduro telah berada di Amerika Serikat dan tidak dapat menjalankan tugasnya, Mahkamah Agung Venezuela (Tribunal Supremo de Justicia) mengambil langkah konstitusional.
Melalui Komisi Konstitusional, Mahkamah Agung memerintahkan Delcy Rodríguez untuk mengambil alih seluruh kewenangan presiden secara sementara.
Ketua Komisi Konstitusional, Caryslia Beatriz Rodríguez, menyatakan bahwa penunjukan tersebut dilakukan karena kondisi luar biasa yang menghalangi presiden terpilih menjalankan fungsinya.
Keputusan ini menjadikan Delcy Rodríguez sebagai presiden interim Venezuela, sekaligus figur paling berkuasa di negara tersebut saat ini.
Siapa Delcy Rodríguez? Profil Lengkap Presiden Interim Venezuela
Delcy Rodríguez memiliki nama lengkap Delcy Eloina Rodríguez Gómez. Ia lahir dan dibesarkan dalam lingkungan politik kiri Venezuela yang kuat. Rodríguez dikenal memiliki latar belakang sebagai pengacara, dengan pendidikan hukum yang membentuk gaya komunikasinya yang tegas dan argumentatif.
Rodríguez merupakan kader senior Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV), partai yang didirikan oleh mendiang Hugo Chávez. PSUV menjadi pilar utama pemerintahan Venezuela selama lebih dari dua dekade terakhir.
Melalui partai ini, Delcy Rodríguez meniti karier politik dari level internal hingga menduduki posisi strategis negara.
Karier Politik Delcy Rodríguez
Nama Delcy Rodríguez mulai dikenal luas saat ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Venezuela (2014–2017). Dalam periode tersebut, ia menjadi wajah utama pemerintahan Maduro dalam menghadapi tekanan internasional, sanksi ekonomi, serta kritik tajam terkait pelanggaran hak asasi manusia.
Rodríguez dikenal sebagai diplomat yang agresif dan vokal. Ia sering berhadapan langsung dengan Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara Amerika Latin yang mengkritik pemerintahan Caracas.
Pada Juni 2018, setelah Nicolás Maduro memenangkan pemilu, Rodríguez diangkat sebagai Wakil Presiden Venezuela, menggantikan Tareck El Aissami.
Sebagai wakil presiden, ia berperan besar dalam:
- Koordinasi kebijakan ekonomi
- Pengendalian narasi politik pemerintah
- Penanganan krisis sosial dan protes publik
- Hubungan internasional Venezuela
- Hubungan Dekat dengan Nicolás Maduro
Delcy Rodríguez dikenal sebagai salah satu orang paling dipercaya Nicolás Maduro. Hubungan keduanya bukan sekadar formal, melainkan strategis.
Rodríguez kerap menjadi juru bicara utama pemerintah dalam isu sensitif. Ia juga berperan penting dalam konsolidasi kekuasaan PSUV di tengah tekanan internal dan eksternal.
Kedekatan ini pula yang membuat penunjukannya sebagai presiden interim dianggap sebagai langkah paling logis oleh Mahkamah Agung Venezuela.
Delcy Rodríguez dan Sanksi Internasional
Seperti banyak pejabat tinggi Venezuela lainnya, Delcy Rodríguez juga dikenai sanksi internasional oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Kanada.
Sanksi tersebut mencakup:
- Pembatasan perjalanan
- Pembekuan aset
- Larangan transaksi keuangan tertentu
Namun, sanksi ini justru memperkuat citranya di mata pendukung pemerintahan sebagai simbol perlawanan terhadap tekanan asing.
Apa yang Terjadi dengan Venezuela Sekarang?
Pasca penangkapan Maduro dan penunjukan Delcy Rodríguez sebagai presiden interim, Venezuela berada dalam kondisi:
- Status darurat politik
- Ketegangan tinggi antara pendukung pemerintah dan oposisi
- Ketidakpastian ekonomi
- Pengawasan ketat di Caracas dan kota-kota besar
Pemerintahan sementara di bawah Rodríguez berupaya menjaga stabilitas, sembari menghadapi tekanan internasional dan ancaman konflik lanjutan.
Penunjukan Delcy Rodríguez sebagai presiden interim menandai fase baru krisis Venezuela. Sebagai figur loyalis Maduro, diplomat berpengalaman, dan kader senior PSUV, Rodríguez memiliki legitimasi internal yang kuat, tetapi menghadapi tantangan global yang sangat besar.
Apakah ia mampu menjaga stabilitas negara hingga Maduro menghadapi persidangan? Atau justru Venezuela akan memasuki periode konflik politik yang lebih dalam?




