KITAINDONESIASATU.COM – Budiman Sudjatmiko adalah salah satu tokoh politik dan aktivis yang namanya tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Lahir dari rahim perjuangan mahasiswa, ia dikenal sebagai sosok yang berani melawan rezim Orde Baru hingga harus merasakan dinginnya jeruji besi. Namun, perjalanan hidup Budiman tidak berhenti di situ.
Ia kemudian terjun ke dunia politik formal, menjadi anggota DPR RI, hingga mendirikan gerakan inovasi untuk kemajuan bangsa.
Biodata Singkat Budiman Sudjatmiko
- Nama lengkap: Budiman Sudjatmiko
- Tanggal lahir: 10 Maret 1970
- Tempat lahir: Majenang, Cilacap, Jawa Tengah
- Jabatan terbaru: Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (2024)
- Partai politik: Eks PDI Perjuangan, kini dekat dengan Gerindra
- Profesi: Aktivis, Politisi, Inovator
Masa Muda dan Pendidikan
Sejak muda, Budiman sudah menunjukkan kepedulian pada isu sosial dan politik. Saat berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) jurusan Ekonomi, ia aktif dalam berbagai diskusi politik dan organisasi mahasiswa. Sayangnya, masa kuliahnya harus terhenti karena aktivitas perlawanan terhadap Orde Baru.
Setelah era reformasi, Budiman melanjutkan studi ke luar negeri:
SOAS, University of London
Clare Hall, University of Cambridge – meraih gelar Master of Philosophy (M.Phil) bidang Hubungan Internasional
Latar pendidikan internasional ini membekalinya dengan perspektif global untuk memperjuangkan demokrasi, ekonomi kerakyatan, serta inovasi teknologi di Indonesia.
Aktivisme dan Perlawanan terhadap Orde Baru
Nama Budiman mulai dikenal luas ketika ia mendirikan Partai Rakyat Demokratik (PRD) pada 1996. PRD lahir sebagai oposisi terhadap rezim Soeharto yang kala itu mengekang kebebasan politik dan demokrasi.
Namun, keberaniannya membawa konsekuensi berat. Ia dituduh sebagai dalang kerusuhan 27 Juli 1996 (peristiwa Sabtu Kelabu) dan dijatuhi hukuman 13 tahun penjara. Budiman akhirnya bebas pada 1999 setelah mendapat amnesti dari Presiden Abdurrahman Wahid.
Perjuangannya menjadikan Budiman simbol perlawanan demokrasi, sebaris dengan aktivis reformasi lain yang mengorbankan masa mudanya demi kebebasan rakyat.
Karier Politik di PDI Perjuangan
Pasca reformasi, Budiman memilih jalur politik formal. Pada 2004, ia bergabung dengan PDI Perjuangan dan mendirikan organisasi sayap partai bernama Repdem (Relawan Perjuangan Demokrasi).
Ia kemudian terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2009–2019 dari Dapil Jawa Tengah. Selama menjadi wakil rakyat, Budiman dikenal vokal memperjuangkan:
Undang-Undang Desa (UU Desa) yang memberikan kewenangan dan dana desa langsung ke pemerintahan desa.
Pemberdayaan masyarakat desa agar lebih mandiri secara ekonomi dan sosial.
Isu-isu demokrasi dan transparansi pemerintahan.
Kontribusinya dalam UU Desa hingga kini masih dirasakan manfaatnya oleh jutaan masyarakat desa di seluruh Indonesia.
Gerakan Inovator 4.0
Selain politik, Budiman juga aktif mendorong kemajuan teknologi. Pada 2018–2019, ia menggagas Gerakan Inovator 4.0 Indonesia, sebuah platform yang menghubungkan ilmuwan diaspora, pengusaha muda, hingga akademisi untuk memperkuat inovasi bangsa.
Melalui gerakan ini, Budiman ingin memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk asing, tetapi juga mampu melahirkan inovasi dan teknologi dari dalam negeri.
Dikeluarkan dari PDI Perjuangan
Pada Agustus 2023, Budiman resmi dipecat dari PDI Perjuangan setelah menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2024. Langkah ini dianggap sebagai pelanggaran disiplin partai.
Meski begitu, Budiman tetap konsisten dengan pilihannya. Keputusan berani ini menunjukkan bahwa ia lebih mengutamakan visi besar Indonesia ke depan dibanding sekadar loyalitas partai.
Posisi Terbaru: Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan
Pada 22 Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto melantik Budiman Sudjatmiko sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Jabatan strategis ini menjadi bukti bahwa pengalaman Budiman dalam pemberdayaan desa dan inovasi sosial masih sangat relevan bagi Indonesia.
Dengan latar belakang aktivisme, politik, serta pendidikan internasional, Budiman diharapkan mampu membawa program pengentasan kemiskinan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Publikasi dan Karya
Selain berpolitik, Budiman juga aktif menulis. Karyanya yang paling dikenal adalah buku “Anak-Anak Revolusi”, sebuah catatan perjalanan hidupnya sebagai aktivis reformasi.
Menariknya, Budiman juga pernah terlibat di dunia seni peran, muncul di beberapa film seperti Soekarno: Indonesia Merdeka (2013) dan Dignitate (2020). Hal ini menunjukkan sisi lain dari seorang Budiman yang multitalenta.
Fakta Menarik tentang Budiman Sudjatmiko
- Pernah dipenjara 13 tahun namun tetap konsisten memperjuangkan demokrasi.
- Tokoh penting di balik UU Desa, salah satu kebijakan paling berpengaruh bagi pembangunan desa.
- Inisiator Inovator 4.0, menjembatani ilmuwan diaspora dengan kebutuhan teknologi di Indonesia.
- Berani keluar dari zona nyaman, meski harus dipecat dari partai besar demi mendukung pilihannya.
- Multitalenta, tak hanya politisi, tetapi juga penulis dan aktor.
Budiman Sudjatmiko adalah sosok yang perjalanan hidupnya sarat dengan perjuangan. Dari aktivis jalanan, tahanan politik, legislator, hingga pejabat negara, ia menunjukkan bahwa konsistensi, keberanian, dan komitmen pada rakyat adalah kunci utama seorang pemimpin.
Kini, di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Budiman memikul tanggung jawab besar sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Dengan pengalaman panjangnya, publik berharap ia dapat memberikan solusi nyata bagi persoalan kemiskinan di Indonesia.




