”Saya senang berorganisasi, karena di dalamnya kita belajar tentang cara bersosial, mandiri, tanggung jawab, leadership, dan bagaimana memanajemen waktu” kata Akbar.
Akbar pun meyakini bahwa masa depan yang cerah tidak cukup hanya dibangun dengan selembar ijazah, tapi lebih dari itu.
Prinsipnya kepemimpinan, manajemen waktu, manajemen manusia, leadership, moral dan sosial sangat dibutuhkan. Dan itu didapat di luar kelas, salah satunya di organisasi.
Kecerdasannya juga pernah diakui mantan Gubernur Sulteng Rusdy Mastura. Ia berpendapat, Akbar salah satu pemuda yang telah menunjukan jati dirinya. Namanya cukup dikenal, selain milenial cerdas dan pebisnis, ia juga terlibat di beberapa organisasi
” Tidak bisa dipungkiri, jiwa, darah serta talenta kepemimpinan sang ayah mengalir di tubuhnya,” kata Bung Cudy, sapaan akrab Rusdy, suatu ketika.
Akbar memang memiliki obsesi terjun ke dunia politik. Keinginan tersebut telah terwujud saat ia terpilih menjadi anggota DPD.
Kini, dengan modal pengetahuan dan aktivis, Akbar akan menunjukkan talenta sebagai politisi muda yang menjanjikan. Semoga (Aris Mohpian Pumuka).

