Sosok Baru
Memang belum banyak yang mengenal sosok Akbar. Di usianya yang terbilang muda, bekal sebagai aktivis KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) di Jakarta, akhirnya mengantarkan ia menjadi anggota DPD.
Di Jakarta, Akbar pernah menjadi sorotan awak media karena keberanian senagai penggerak saat menutup Gerai Bar dan Pentas Musik Holywings Jakarta, pada akhir Juni 2022 lalu.
Kasus Holywings memang sempat viral waktu itu. Lantaran promosinya yang dianggap melecehkan agama. Dalam promosi menenggak minuman beralkohol gratis, Wolywing menamakan “Muhammad dan Maria”.
Dalam iklan Wolywings, menyebutkan setiap Kamis mendapat alkohol gratis dengan syarat bagi yang memiliki nama Muhammad atau Maria. Akhirnya, Holywing ditutup dan tidak boleh beroperasi lagi oleh Pemprov DKI Jakarta.
Selain politisi, Akbar sudah lama menekuni bisnis di bidang alat-alat kesehatan. Ia duduk menjadi komisaris di PT AlatKesehatan Indah Jaya.
Ia juga sebagai direktur PT Celebes Alaeis Indonesia. Tak salah jika Akbar kemudian mengikuti jejak sang ayah, Supratman Andi Agtas yang menjadi Menkumham, menjadi politisi.
Supratman Andi Agtas sebelum ditunjuk Presiden Joko Widodo menggantikan pendahulunya Yasonna Laoly, adalah kader Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya).
“Saya tak mau dianggap mengandalkan ketenaran dan posisi bapak,” kata pria kelahiran Palu, Sulawesi Tengah ini.
Cuma karena takdir, katanya, sehingga ia terlahir dari anak seorang anggota DPR-RI dua periode dan ibu yang berprofesi Notaris.
Ia layak menjadi panutan bagi generasi tempat kelahiran, di Bumi Tadaluko. Berbagai posisi dan jabatan pernah ia emban, sehingga mengharumkan nama Sulteng di kancah nasional.
Putra pertama Supratman Andi Agtas ini, dinilai sangat piawai dan memiliki kemampuan diatas rata-rata. Selain menguasai empat bahasa, termasuk bahasa Inggris, ia juga pernah aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan tidak hanya di tingkat lokal, juga di tingkat Nasional.
Di beberapa kalangan, termasuk rekan-rekannya, ia dijuluki sebagai anak ajaib. Semasa kecil kedua orangtua mendidik Akbar menjadi anak yang mandiri dan menanamkan nilai-nilai kehidupan sebagai bekal untuknya menjadi orang yang sukses.
Hasilnya, saat remaja ia tumbuh menjadi pria dewasa yang cerdas dan beretika. Di usianya yang dini Akbar telah menunjukkan kecerdasannya dibandingkan dengan anak seusia dirinya.
Hal itu dibuktikan saat masih menimbah ilmu di sekolah, Akbar yang berdarah Bugis-Kaili selalu yang terdepan. Motivasi dan dorongan adalah bahan bakar perjuangannya.
Dengan berbagai jabatan yang ia terima, tidak membuat Akbar cepat berpuas diri. “Saya Ingin terus berkarya dan menginspirasi banyak orang,” katanya. Tak hanya itu, berkat kegigihannya dalam dunia bisnis, membuatnya maju untuk seusia rekan-rekan lainnya.
Baginya pendidikan adalah alat untuk mengubah diri. Pendidikan juga paspor menuju masa depan. Mengubah hal yang gelap menjadi cahaya. Menciptakan generasi yang cerdas dan berkarakter itu tujuan utamanya.

