KITAINDONESIASATU.COM – Yunita Ababiel adalah salah satu nama besar di industri musik Indonesia yang telah menapaki perjalanan panjang dan penuh warna. Kariernya dimulai sejak era 1970-an sebagai penyanyi pop, lalu menancapkan eksistensinya di belantika dangdut Indonesia pada akhir 1990-an, hingga akhirnya memilih jalur musik religi dan qasidah di masa akhir hidupnya.
Siapakah sebenarnya Yunita Ababiel? Berikut profil lengkap dan perjalanan kariernya yang inspiratif.
Biografi Yunita Ababiel
Yunita Ababiel lahir dengan nama asli Yuyun Nabiela. Beberapa sumber juga mencatat nama lahirnya sebagai Frida Kartika Sriwahyuni atau Sriwahyuni. Ia lahir di Bandung pada 15 Januari 1964, meskipun ada pula yang mencatat tanggal lahirnya 17 Januari 1965.
Sejak kecil, Yunita dikenal memiliki bakat menyanyi yang luar biasa. Ia adalah anak keempat dari sembilan bersaudara. Bakat menyanyinya terasah berkat lingkungan keluarga yang gemar mendengarkan musik dan mendukung karier seninya.
Karier Musik Yunita Ababiel
Pada akhir 1970-an, Yunita memulai karier musiknya dengan nama panggung Jujun N. Saat itu, ia fokus di genre pop. Dalam kurun waktu 1979 hingga 1990, ia sukses merilis 12 album pop. Lagu-lagunya diciptakan oleh nama-nama besar seperti A. Riyanto, Rinto Harahap, dan Pompy.
Sayangnya, meski memiliki suara khas dan lagu-lagu berkualitas, nama Jujun N. belum terlalu dikenal masyarakat luas kala itu. Namun pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat bagi karier musiknya di masa depan.
Karier Yunita mencapai puncaknya ketika ia memutuskan beralih ke genre dangdut. Tahun 1997, ia merilis album “Pertengkaran” yang mulai memperkenalkan namanya sebagai penyanyi dangdut.
Namun, puncak popularitasnya terjadi pada tahun 1999 saat ia meluncurkan album “Trauma”. Lagu “Trauma” sukses besar dan melejitkan namanya sebagai salah satu penyanyi dangdut papan atas Indonesia. Lirik lagu “Trauma” yang dalam, dipadu suaranya yang mendayu dan cengkok dangdut khas, membuat lagu ini tetap dikenang hingga sekarang.
Tahun 2002, ia meluncurkan album “Terguncang” yang juga mendapat sambutan positif. Lagu-lagunya di era ini dikenal memiliki tema cinta yang menyayat hati, dengan melodi yang mudah diterima penikmat dangdut di seluruh Indonesia.
Setelah melalui fase dangdut modern, Yunita Ababiel kemudian memilih fokus pada musik religi dan qasidah. Ia mulai aktif merilis lagu-lagu bernuansa islami sejak akhir 2010-an. Di antaranya:
“Gundah” (2018)
“Maha Cinta” (2018)
“Shalawat Allahul Kahfi” (2021)
Keputusan berhijrah ke musik religi bertepatan dengan perjalanan spiritual pribadinya. Ia tampil mengenakan hijab dan menampilkan sosok yang lebih tenang serta religius, tanpa meninggalkan kualitas vokalnya yang tetap khas.
Kehidupan Pribadi Yunita Ababiel
Yunita menikah pada 11 Januari 1980 dengan Alik Ababiel, mantan gitaris dan pendiri band Mountain Boys. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai enam anak. Yunita dikenal sebagai sosok ibu yang penyayang dan selalu menomorsatukan keluarga di sela kesibukan karier musiknya.
Penghargaan dan Pencapaian
Di puncak karier dangdutnya, Yunita Ababiel memperoleh banyak penghargaan dan nominasi. Salah satu yang paling dikenal adalah:
Nominasi Artis Solo Wanita Dangdut Terbaik dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2015.
Selain itu, lagu “Trauma” tercatat sebagai salah satu hits dangdut terbesar di akhir 1990-an, sering diputar di radio dan digunakan dalam berbagai acara dangdut di televisi pada masanya.
Kabar Duka Meninggal Dunia di Usia 60 Tahun
Kabar duka datang pada Minggu dini hari, 13 Juli 2025. Penyanyi dangdut senior ini dikabarkan telah meninggal dunia di usia sekitar 60 tahun. Menurut laporan Suara dan NTVNews, sebelum wafat Yunita sempat menjalani operasi, namun belum ada keterangan resmi terkait penyebab meninggalnya.
Kepergian Yunita Ababiel menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan para penggemarnya. Sosoknya yang ramah, rendah hati, dan memiliki dedikasi tinggi pada musik Indonesia menjadi kenangan yang sulit dilupakan.
Media Sosial dan Platform Musik
Hingga akhir hayatnya, Yunita masih aktif di media sosial. Akun Instagram resminya @yunitaababiel memiliki lebih dari 16 ribu pengikut. Ia kerap mengunggah aktivitas harian, motivasi, dan promosi single terbaru.
Musik-musiknya dapat dinikmati di berbagai platform streaming seperti Spotify, Apple Music, dan Tidal. Beberapa single yang direkomendasikan untuk Anda dengarkan antara lain:
- Trauma
- Terguncang
- Maha Cinta
- Shalawat Allahul Kahfi
Pelajaran Berharga dari Kehidupan Yunita Ababiel
Perjalanan hidup Yunita Ababiel mengajarkan banyak hal, di antaranya:
Tidak takut berubah arah – Dari pop ke dangdut, hingga akhirnya memilih jalur religi, ia membuktikan bahwa passion dan keikhlasan adalah kunci bertahan dalam industri musik.
Konsistensi dan kerja keras – Menjadi penyanyi dengan total puluhan album sejak remaja hingga usia senja bukanlah hal mudah. Dibutuhkan dedikasi tinggi untuk selalu relevan.
Kehidupan spiritual yang kuat – Di akhir hayatnya, Yunita memilih musik qasidah sebagai sarana dakwah. Ini menunjukkan betapa ia menyeimbangkan karier dengan keyakinan pribadi.
Yunita Ababiel adalah salah satu penyanyi legenda Indonesia dengan perjalanan karier penuh liku dan inspirasi. Dari Jujun N. sang penyanyi pop, menjadi ratu dangdut era 90-an, hingga tampil anggun dengan musik religi. Karya-karyanya akan terus hidup dan menginspirasi banyak orang, terutama para musisi dangdut dan religi generasi berikutnya.






