KITAINDONESIASATU.COM – Berikut ini profil Wabup Garut Putri Karlina yang jadi sorotan usai tegur ormas yang melakukan razia puasa Ramadhan.
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, tengah menjadi perhatian publik setelah menegur ormas dan Satpol PP yang melakukan razia puasa secara kontroversial di bulan Ramadhan.
Insiden ini bermula ketika video sweeping yang dilakukan pada Kamis, 5 Maret 2025, viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah orang mendatangi warung makan dan melakukan intimidasi terhadap pengunjung dengan membentak, menggebrak meja, bahkan menumpahkan air dan melemparkan gelas.
Menanggapi kejadian tersebut, Putri Karlina langsung memberikan teguran kepada pihak yang terlibat. Ia menekankan bahwa tindakan razia dengan cara seperti itu tidak boleh terjadi lagi di Garut.
Menurutnya, ketertiban harus dijaga dengan cara yang benar agar tidak memberikan citra buruk terhadap daerah tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa tindakan semacam ini dapat berdampak negatif pada aspek investasi dan perekonomian di Garut.
Dalam pertemuan dengan perwakilan ormas dan Satpol PP, pihak ormas mengakui bahwa insiden tersebut terjadi di luar dugaan mereka dan menyampaikan permohonan maaf.
Sementara itu, Satpol PP menyatakan bahwa dalam melakukan penertiban, mereka harus tetap berpegang pada prinsip tegas, tepat, dan humanis.
Setelah pertemuan, Putri Karlina mengunjungi lokasi kejadian untuk bertemu dengan pemilik warung makan yang terdampak dan menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi.
Ia juga mengklarifikasi bahwa sweeping dilakukan oleh ormas, sementara Satpol PP dinilai kurang sigap dalam mengendalikan situasi.
Riwayat Pendidikan dan Karier Putri Karlina
Lahir dengan nama lengkap Luthfianisa Putri Karlina pada 14 Maret 1993 di Garut, Jawa Barat, ia merupakan putri pertama dari Kapolda Metro Jaya, Irjen. Pol. Karyoto, dan Linna Iskandar.
Pendidikan dasar hingga menengah atas ia tempuh di beberapa sekolah berbeda.
Ia memulai pendidikannya di SDN Paminggir 4, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 1 Garut sebelum pindah ke SMP Negeri 15 Bekasi dan menyelesaikan pendidikan menengah pertama di sana.
Setelah itu, ia kembali ke Garut dan bersekolah di SMA Negeri 1 Garut.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Putri Karlina melanjutkan studinya di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan mengambil jurusan Kedokteran Gigi.
Pada tahun 2016, ia berhasil menyelesaikan studinya dan meraih gelar dokter gigi. Meskipun memiliki latar belakang medis, ia lebih memilih untuk menekuni dunia bisnis.
Ia dikenal sebagai pengusaha di sektor kuliner dan salon muslimah di Garut.
Guna menunjang karier bisnisnya, ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB).
Pada tahun 2024, Putri Karlina memutuskan untuk terjun ke dunia politik dan mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Garut.
Ia maju sebagai calon wakil bupati mendampingi Abdusy Syakur Amin. Pasangan ini berhasil memenangkan Pilkada dan resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Garut sejak 20 Februari 2025.
Demikian tadi profil Wabup Garut Putri Karlina yang jadi sorotan usai tegur ormas yang melakukan razia puasa Ramadhan.(*)




