Sosok

Profil Rhoma Irama, dari Pemusik Hingga Politisi

×

Profil Rhoma Irama, dari Pemusik Hingga Politisi

Sebarkan artikel ini
Pedangdut Rhoma Irama. (Aris MP)
Pedangdut Rhoma Irama. (Aris MP)

KITAINDONESIASATU.COM – Raden Oma Irama atau yang lebih dikenal sebagai Rhoma Irama, terlihat turun dari Toyota Alphard berwarna putih. 

Waktu menunjukkan pukul 9:30 WIB. Kemudian seseorang mendatanginya, sang Raja Dangdut lalu dibonceng menuju panggung, yang terletak di tengah lapangan Bumi Perkemahan dan Agrowisata (Buperta) Ragunan, Jakarta Selatan.

Siang itu, sang maestro dangdut ini sengaja mendatangani tempat acara yang digelar Forsa (fans of Rhoma and Soneta) tersebut.

Kedatangannya juga bertepatan dengan perayaan ulang tahunnya yang ke-78. Di atas panggung, ia menyetel dan mencoba sound sistem. Seperti kebiasaan yang dilakukannya, bila akan tampil menyanyi.

Rhoma memang satu-satunya penyanyi dangdut yang terkenal tidak hanya di Indonesia, juga di manca negara.

Perjalanan musiknya bahkan sempat masuk ke dunia akademis di era ‘80-an. Peneliti Jepang dan Australia menulis hasil studinya dengan judul Rhoma Irama and The Dangdut Style, pada 1982.

Kemudian, pada 2005, pria berdarah Sunda ini diberi gelar profesor dari universitas di Amerika Serikat, yakni American University of Hawaii pada 2005.

Ada kurang lebih tujuh skripsi yang dihasilkan dari penelitian tentang musiknya. Selain itu, peneliti asing juga kerap menjadikannya sebagai objek penelitian.

Seperti sosiolog William H. Frederick, doktor sosiologi Universitas Ohio, AS (Amerika Serikat) yang meneliti tentang kekuatan popularitas serta pengaruh Rhoma Irama pada masyarakat.

Sejarah panjang karir bermusik pria kelahiran 1946 ini, dimulai saat masih muda sekali. Mulai akhir 1960-an, ia bersama rekan-rekannya mendirikan Orkes Melayu Purnama.

Sebelumnya, karier di musik dimulai sejak ia usia 11 tahun. Rhoma kemudian bersama abangnya, Benny Muharam mendirikan band Tornado.

Band ini mengambil inspirasi menjadi penyanyi kembar Inggris, yakni band Everly Brothers, pada 1958.

Tak lama kemudian, ia pindah dan bergabung dengan grup band Melayu bernama Orkes Chandra Leka, pada 1965.

Sampai akhirnya Rhoma membentuk band sendiri bernama Soneta, pada 13 Oktober 1973. Di sinilah masa puncak-puncaknya ketenaran mantan suami Veronica Agustina ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *