KITAINDONESIASATU.COM – Nasaruddin Umar telah di tunjuk sebagai Menteri Agama dalam Kabinet Merah Putih periode 2024-2029 yang di pimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pengumuman susunan kabinet di lakukan pada 20 Oktober 2024 malam. Setelah pelantikan resmi Prabowo dan Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden.
Dalam susunan kabinet ini, terdapat 48 menteri dan beberapa pejabat lainnya, termasuk Nasaruddin yang menjadi sorotan.
Nasaruddin Umar bukanlah nama baru di pemerintahan maupun masyarakat agama. Ia adalah Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta sejak 2016 dan pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Agama pada 2011-2014.
BACA JUGA : Link Twibbon Hari Santri Nasional 22 Oktober 2024 untuk Foto Profil Sosmed
Profil Nasaruddin Umar
Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, pada 23 Juni 1959 ini memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang agama. Dengan gelar S1 dari UIN Alauddin Makassar serta S2 dan S3 dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
[ruby_related heading=”Baca Juga” total=5 layout=1 offset=5]
Selain perannya di Masjid Istiqlal, Nasaruddin juga aktif dalam berbagai organisasi lintas agama dan lembaga pendidikan.
Ia adalah pendiri “Masyarakat Dialog Antar Umat Beragama” dan pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di Kementerian Agama.
Beberapa jabatan lain yang masih di pegang hingga kini termasuk Ketua Umum Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang dan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta.
Ia menyelesaikan studi S1 di Fakultas Syari’ah IAIN Alauddin Ujung Pandang pada tahun 1984, meraih gelar magister dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1992 dan lulus program doktoral dengan disertasi tentang gender dalam Al-Qur’an pada 1998.
Ia juga mengikuti studi PhD di berbagai universitas internasional, termasuk McGill University, Leiden University, dan Paris University. Pada 2002, Nasaruddin di kukuhkan sebagai guru besar tafsir di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan menjabat sebagai Rektor Universitas PTIQ Jakarta.
Di bidang sosial, ia mendirikan organisasi lintas agama dan menjabat sebagai Wakil Menteri Agama RI (2011–2014). Nasaruddin telah menerbitkan 12 buku, termasuk karya penting tentang kesetaraan gender dalam tafsir Al-Qur’an.
Dengan pengalamannya yang luas di bidang agama dan lintas agama, Nasaruddin Umar di harapkan mampu memimpin Kementerian Agama dengan baik selama periode pemerintahan Prabowo-Gibran.




