KITAINDONESIASATU.COM – Marc Guéhi adalah salah satu bek tengah muda paling menjanjikan di sepak bola Eropa saat ini. Kariernya berkembang pesat, dari akademi Chelsea hingga menjadi pilar utama Crystal Palace dan tim nasional Inggris.
Namanya kini semakin hangat dibicarakan, terutama menjelang bursa transfer musim panas, karena sejumlah klub elite bersaing untuk mendapatkan jasanya.
Biodata Singkat Marc Guéhi
- Nama Lengkap: Addji Keaninkin Marc-Israel Guéhi
- Tanggal Lahir: 13 Juli 2000 (25 tahun)
- Tempat Lahir: Abidjan, Pantai Gading
- Tinggi Badan: 1,82 meter
- Posisi: Bek tengah (Centre-back)
- Kaki Dominan: Kanan
Guéhi lahir di Pantai Gading, namun pindah ke Inggris sejak kecil. Berkat latar belakang tersebut, ia memiliki kekuatan fisik khas pemain Afrika yang dipadukan dengan teknik dan kecerdasan taktik ala sepak bola Inggris.
Perjalanan Karier Marc Guéhi
Marc Guéhi memulai perjalanan sepak bolanya di Cray Wanderers sebelum bergabung dengan akademi Chelsea pada tahun 2007. Di sana, ia berkembang menjadi salah satu talenta terbaik di generasinya. Bersama Chelsea U18 dan U23, Guéhi memenangkan berbagai gelar, termasuk FA Youth Cup.
Meski tampil gemilang di tim junior, kesempatan bermain di tim senior Chelsea sangat terbatas. Guéhi hanya mencatatkan beberapa penampilan di Piala Liga sebelum akhirnya dipinjamkan.
Pada 2019, Guéhi dipinjamkan ke Swansea City di Championship. Selama dua musim (2019–2021), ia tampil konsisten dengan total 52 penampilan. Pengalamannya di Swansea membentuknya menjadi bek matang yang siap bersaing di Premier League.
Tahun 2021 menjadi titik balik karier Guéhi. Crystal Palace merekrutnya dengan biaya sekitar £18 juta—rekor transfer klub saat itu untuk seorang bek. Sejak saat itu, ia langsung menjadi starter reguler dan bahkan dipercaya mengenakan ban kapten di beberapa pertandingan. Hingga pertengahan 2025, Guéhi sudah tampil lebih dari 130 kali dan mencetak 6 gol untuk Palace.
Guéhi adalah pemain yang melalui jalur lengkap timnas Inggris mulai dari U16 hingga senior. Momen puncaknya di level junior adalah saat membantu Inggris U17 menjuarai Piala Dunia U-17 2017.
Debut seniornya bersama The Three Lions terjadi pada 2022. Sejak itu, ia terus dipanggil Gareth Southgate, bahkan menjadi starter di Euro 2024 yang membawa Inggris ke final. Hingga Maret 2025, Guéhi sudah mengoleksi 23 caps.
Gaya Bermain dan Keunggulan
Marc Guéhi dikenal sebagai bek modern yang:
- Tenang menguasai bola – mampu memulai serangan dari belakang.
- Cerdas membaca permainan – sering memotong bola sebelum lawan masuk ke area berbahaya.
- Kuat dalam duel udara – meski tinggi badannya tidak setinggi bek tradisional, timing lompatannya sangat baik.
- Mobilitas tinggi – cepat dalam transisi, cocok untuk tim yang bermain dengan garis pertahanan tinggi.
Kombinasi kualitas teknis dan mental ini membuatnya cocok untuk berbagai sistem permainan, termasuk gaya pressing tinggi yang digunakan banyak klub elite.
Situasi Transfer Terkini
Kontrak Guéhi di Crystal Palace masih berlaku hingga Juni 2026, namun pembicaraan perpanjangan kontrak dikabarkan mandek. Kondisi ini membuka peluang besar bagi klub lain untuk merekrutnya musim panas ini.
Klub yang Berminat:
- Liverpool – Disebut berada di posisi terdepan karena membutuhkan bek muda untuk memperkuat lini belakang.
- Newcastle United – Siap mengajukan tawaran £40–45 juta.
- Tottenham Hotspur – Mencari bek tambahan untuk memperdalam skuad.
- Chelsea – Mantan klubnya tertarik memulangkannya.
- Barcelona – Mengincarnya sebagai opsi bebas transfer 2026 jika tidak pindah musim ini.
Nilai pasarnya saat ini diperkirakan £45–50 juta, turun dari musim sebelumnya yang mencapai £70 juta.
Peluang Marc Guéhi di Masa Depan
Jika memilih Liverpool, Guéhi akan bermain dalam sistem yang menuntut bek tengah cepat dan nyaman menguasai bola—kriteria yang sangat cocok dengannya. Jika kembali ke Chelsea, ia akan membawa pengalaman baru yang bisa membuatnya menjadi pemimpin di lini belakang. Sementara di luar Inggris, bermain untuk Barcelona bisa memberinya tantangan baru di La Liga.
Marc Guéhi adalah contoh nyata pemain yang berkembang pesat berkat kerja keras dan konsistensi. Dari akademi Chelsea, sukses di Swansea, menjadi andalan Crystal Palace, hingga menjadi pilar pertahanan Inggris, perjalanannya menginspirasi banyak pemain muda.
Kini, dunia sepak bola menunggu keputusan besar berikutnya: tetap bertahan di Selhurst Park atau melangkah menuju panggung yang lebih besar.




