KITAINDONESIASATU.COM – Jika Anda mencari sosok pemimpin yang tak hanya cerdas secara akademik, tapi juga membumi dan sarat pengalaman dari bawah, nama Hendrar Prihadi atau akrab disapa Hendi patut masuk radar Anda.
Pria kelahiran Semarang ini memiliki rekam jejak karier yang menginspirasi, dari dunia usaha kecil hingga memimpin lembaga strategis nasional. Mari kita telusuri lebih dalam sosok Hendi yang kini menjabat sebagai Kepala LKPP RI.
Profil Hendrar Prihadi
Hendrar Prihadi lahir pada 30 Maret 1971 di Kota Semarang, Jawa Tengah, sebagai anak bungsu dari sepuluh bersaudara. Ayahnya merupakan seorang mantan anggota TNI, yang mengajarkan kedisiplinan dan kerja keras sejak kecil. Didikan inilah yang membentuk karakter tangguh Hendi dalam menghadapi tantangan hidup, termasuk saat ia pernah menjadi penjual ikan dan sales alat kesehatan sebelum terjun ke dunia politik.
Tak hanya tangguh, Hendi juga cemerlang di bidang akademik. Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di SD Kristen Gergaji, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 3 Semarang dan SMA Negeri 1 Semarang. Kecintaan terhadap ilmu ekonomi membawanya kuliah di Universitas Katolik Soegijapranata dan lulus sebagai sarjana ekonomi pada tahun 1997. Ia melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Diponegoro, dan pada 2021, meraih gelar Doktor Ilmu Sosial dan Politik dari FISIP Undip dengan predikat cum laude.
Sebelum terjun ke politik, Hendrar aktif dalam dunia usaha, terutama di sektor konstruksi. Ia sempat menjalani berbagai peran dari nol, mulai dari pemasaran hingga pengelolaan proyek. Pengalaman ini memberinya pemahaman lapangan yang kuat, terutama soal kebutuhan masyarakat dan sektor swasta.
Karier politik Hendi dimulai pada tahun 2009 saat ia terpilih sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari PDI Perjuangan. Setahun berselang, ia dipercaya mendampingi Wali Kota Semarang Soemarmo HS sebagai Wakil Wali Kota Semarang.
Setelah Soemarmo diberhentikan, Hendi diangkat menjadi Wali Kota Semarang pada 21 Oktober 2013. Ia kemudian mencalonkan diri dalam Pilkada 2015 dan kembali terpilih untuk periode kedua di Pilkada 2020 dengan perolehan suara fantastis: 91,6% suara. Ini adalah salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah Pilkada di Indonesia.
Selama hampir satu dekade memimpin Kota Semarang, Hendi dikenal sebagai sosok progresif dan inovatif. Ia membawa banyak perubahan nyata, mulai dari pembenahan infrastruktur, reformasi birokrasi, digitalisasi layanan publik, hingga penataan kota yang berkelanjutan.
Salah satu warisan terbesarnya adalah konsep SMART City Semarang. SMART di sini bukan hanya soal teknologi, tapi filosofi pelayanan publik yang Systemic, Monitorable, Accessible, Reliable, dan Time-Bound. Dalam disertasinya saat menempuh doktoral di Undip, Hendi membedah secara ilmiah bagaimana kota cerdas bukan sekadar branding, tapi strategi manajemen kota yang berorientasi hasil.
Di bawah kepemimpinannya, Kota Semarang tiga kali berturut-turut mendapat penghargaan sebagai kota terbaik dalam pembangunan nasional (2019, 2020, 2021). Selain itu, berbagai penghargaan juga diterima, termasuk Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha (2015) dan Satyalancana Dharma Olahraga (2020) dari Presiden RI.
Pada 10 Oktober 2022, Presiden Joko Widodo menunjuk Hendrar Prihadi sebagai Kepala LKPP RI (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Lembaga ini sangat strategis karena berperan dalam memastikan tata kelola pengadaan pemerintah berjalan transparan, efisien, dan akuntabel.
Penunjukan ini bukan tanpa alasan. Selama menjabat wali kota, Hendi dikenal sebagai pemimpin yang akrab dengan prinsip good governance, terbukti dari banyaknya layanan publik yang bisa diakses digital secara real-time. Kemampuannya dalam membangun sistem dan monitoring menjadi bekal penting dalam memimpin LKPP yang sedang gencar melakukan reformasi besar-besaran dalam sistem pengadaan nasional.
Salah satu keunggulan Hendrar Prihadi adalah kemampuannya menjembatani dunia birokrasi dan masyarakat. Ia sering turun langsung ke lapangan, berdialog dengan warga, dan mendengar keluhan mereka secara langsung. Pendekatan ini membuatnya sangat populer, bukan hanya di kalangan pegawai negeri, tapi juga rakyat kecil.
Ia juga dikenal dekat dengan kaum muda dan terbuka terhadap ide-ide segar. Tak heran, banyak anak muda yang merasa terinspirasi untuk berkontribusi dalam pembangunan kota Semarang selama masa kepemimpinannya.
Kehidupan Pribadi
Di balik segala prestasinya, Hendrar Prihadi tetap menjaga kesederhanaan. Ia menikah dengan Krisseptiana pada Desember 1997 dan dikaruniai tiga anak. Dalam berbagai kesempatan, ia kerap menekankan pentingnya keluarga sebagai fondasi moral dan spiritual dalam menjalankan amanah publik.
Hendrar Prihadi adalah contoh nyata pemimpin yang berproses dari bawah, berpendidikan tinggi, punya rekam jejak prestasi, dan tetap dekat dengan rakyat. Dari menjual ikan hingga memimpin lembaga penting negara, kisah hidupnya penuh pelajaran tentang kerja keras, integritas, dan visi masa depan.
Sebagai Kepala LKPP RI, publik berharap banyak agar Hendi bisa membawa perubahan nyata dalam sistem pengadaan nasional yang selama ini kerap dikritik lambat dan berbelit. Melihat rekam jejaknya, banyak yang optimis ia mampu membawa transformasi yang dibutuhkan.




