KITAINDONESIASATU.COM – Nama Laurent Freixe belakangan menjadi sorotan dunia bisnis internasional setelah dirinya diberhentikan secara mendadak sebagai CEO Nestlé S.A. pada September 2025. Kabar ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Freixe adalah sosok yang sudah lebih dari tiga dekade membangun kariernya di perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia.
Artikel ini akan membahas secara lengkap perjalanan karier Laurent Freixe, latar belakang pendidikannya, pencapaiannya selama memimpin Nestlé di berbagai wilayah, hingga penyebab pemecatan mendadaknya. Mari kita mengenal lebih jauh sosok yang sempat digadang-gadang sebagai “orang dalam” terbaik untuk membawa Nestlé kembali ke kejayaannya.
Siapa Laurent Freixe?
Laurent Freixe lahir pada 21 April 1962 di Paris, Prancis. Sejak muda, ia dikenal memiliki semangat kompetitif tinggi. Saat remaja, ia bahkan aktif sebagai atlet handball dan berhasil menjuarai kompetisi nasional Prancis di usia 16 tahun.
Di bidang akademik, Freixe menempuh pendidikan di EDHEC Business School di Lille, Prancis, dan lulus dengan gelar MBA pada tahun 1985. Untuk memperdalam keahliannya, ia juga mengikuti Executive Development Program di IMD, Swiss. Kombinasi antara disiplin olahraga, kecerdasan akademik, dan keahlian manajerial inilah yang menjadi modal awal karier panjangnya.
Awal Karier di Nestlé
Laurent Freixe bergabung dengan Nestlé pada tahun 1986, tepat setelah lulus kuliah. Ia memulai dari posisi di divisi penjualan dan pemasaran di Nestlé Prancis. Berkat kemampuannya membaca tren konsumen, ia cepat menanjak ke posisi manajerial.
Beberapa tonggak penting awal kariernya di Nestlé antara lain:
- 1999 – Menjadi Kepala Divisi Nutrisi di Nestlé Prancis.
- 2003 – Dipercaya memimpin pasar Hungaria, membawa pertumbuhan signifikan di wilayah Eropa Tengah.
- 2007 – Memimpin pasar Iberia (Spanyol & Portugal), menghadapi tantangan krisis ekonomi global.
Kariernya menunjukkan pola yang konsisten: setiap kali menghadapi tantangan besar, Freixe mampu memberikan solusi yang efektif, terutama dalam efisiensi operasional dan pemasaran produk.
Memimpin Zona Eropa dan Amerika
Tahun 2008, Freixe diangkat menjadi Direktur Zona Eropa. Ini adalah salah satu wilayah strategis Nestlé, dengan portofolio produk besar seperti kopi, susu, makanan bayi, hingga sereal.
Kemudian pada 2014, ia dipercaya memimpin Zona Amerika (Americas Zone), yang mencakup Amerika Utara dan Selatan. Pada periode ini, ia memperkuat program sosial perusahaan, seperti Nestlé Needs YOUth, yang berfokus pada peningkatan kesempatan kerja bagi generasi muda.
Sejak 2022, Freixe dipindahkan untuk memimpin Zona Amerika Latin, sebuah wilayah yang dinamis dengan pasar konsumen berkembang pesat.
Naik sebagai CEO Nestlé
Puncak karier Laurent Freixe datang pada 1 September 2024, ketika ia resmi ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) Nestlé S.A., menggantikan Ulf Mark Schneider.
Sebagai CEO, Freixe membawa sejumlah inisiatif penting, di antaranya:
Meningkatkan belanja iklan hingga sekitar 9% dari total penjualan, untuk memperkuat merek Nestlé secara global.
Restrukturisasi bisnis, termasuk spin-off unit air mineral untuk fokus pada kategori produk bernilai tinggi.
Menghidupkan kembali strategi 60/40, yakni memastikan setiap produk Nestlé lebih disukai oleh minimal 60% konsumen dalam blind test.
Efisiensi biaya operasional, guna menjaga profitabilitas di tengah tekanan pasar.
Langkah-langkah ini dianggap cukup progresif, dan banyak analis menilai ia berhasil membawa energi baru ke tubuh Nestlé.
Pemecatan Mendadak di 2025
Namun, perjalanan cemerlang itu berakhir mendadak. Pada September 2025, dewan direksi Nestlé mengumumkan pemberhentian Laurent Freixe setelah hasil investigasi internal menemukan bahwa ia menjalin hubungan romantis yang tidak diungkapkan dengan seorang bawahan langsung.
Keputusan ini diambil karena dianggap melanggar kode etik perusahaan dan prinsip tata kelola yang sehat. Yang mengejutkan, Freixe diberhentikan tanpa menerima pesangon.
Kasus ini langsung menjadi sorotan media global. Banyak yang menyesalkan berakhirnya karier panjang seorang eksekutif berprestasi dengan cara yang kontroversial.
Dampak bagi Nestlé
Pemecatan CEO tentu bukan hal sepele bagi perusahaan sebesar Nestlé. Reaksi pasar cukup cepat: saham sempat berfluktuasi karena ketidakpastian kepemimpinan.
Namun, dewan direksi segera menunjuk Philipp Navratil sebagai pengganti untuk menjaga stabilitas. Nestlé menegaskan bahwa keputusan ini adalah bagian dari komitmen menjaga integritas perusahaan.
Bagi Nestlé, tantangannya kini adalah memastikan strategi yang sudah diletakkan Freixe tetap bisa dilanjutkan tanpa kehilangan momentum di pasar global.
Pelajaran dari Kasus Laurent Freixe
Kisah Laurent Freixe memberikan sejumlah pelajaran penting, tidak hanya bagi dunia bisnis tetapi juga bagi para profesional di berbagai bidang:
Integritas lebih penting dari sekadar prestasi – Meski berpengalaman dan berprestasi, pelanggaran etika bisa mengakhiri karier secepat kilat.
Tata kelola perusahaan yang kuat – Kasus ini menunjukkan bahwa perusahaan besar seperti Nestlé tidak ragu mengambil tindakan tegas demi menjaga reputasi.
Kepemimpinan tidak hanya soal strategi, tetapi juga keteladanan – Seorang pemimpin menjadi teladan bagi ribuan karyawan; perilaku pribadi tidak bisa dipisahkan dari jabatan.
Ringkasan Profil Laurent Freixe
- Nama: Laurent Freixe
- Tanggal Lahir: 21 April 1962, Paris, Prancis
- Pendidikan: MBA di EDHEC Business School, Executive Program di IMD Swiss
- Karier: Bergabung dengan Nestlé sejak 1986, memimpin pasar Eropa, Amerika, dan Amerika Latin
- CEO Nestlé: Menjabat sejak September 2024 hingga September 2025
- Pencapaian: Memimpin restrukturisasi, menghidupkan kembali strategi 60/40, memperkuat ekspansi merek, dan meningkatkan efisiensi biaya
- Akhir Karier: Diberhentikan oleh dewan direksi karena hubungan yang tidak diungkapkan dengan bawahan langsung
Laurent Freixe adalah contoh nyata bagaimana seseorang bisa membangun karier panjang di satu perusahaan dan mencapai posisi tertinggi berkat dedikasi, strategi bisnis yang tajam, dan kepemimpinan visioner. Namun, ia juga menjadi pengingat bahwa etika dan integritas adalah fondasi utama yang tidak boleh diabaikan.
Bagi Nestlé, pemecatan Freixe memang menimbulkan guncangan, tetapi juga menunjukkan komitmen perusahaan menjaga standar tinggi dalam tata kelola.
Cerita Laurent Freixe ini pada akhirnya bukan hanya tentang karier yang jatuh karena skandal, melainkan juga refleksi tentang bagaimana dunia bisnis modern menempatkan transparansi, etika, dan akuntabilitas sebagai kunci keberlanjutan.




