KITAINDONESIASATU.COM – Sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 17 September 2025, nama Sarah Sadiqa semakin dikenal publik sebagai Kepala LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) yang baru. Penunjukan ini menandai babak baru dalam reformasi pengadaan barang/jasa pemerintah, di mana transparansi, efisiensi, dan inovasi menjadi tuntutan utama.
Lalu, siapa sebenarnya Sarah Sadiqa? Bagaimana latar belakang pendidikan, perjalanan karier, hingga prestasi yang pernah diraihnya? Artikel ini akan mengulas profil lengkap Sarah Sadiqa secara mendalam agar pembaca mendapatkan gambaran utuh mengenai sosok pemimpin baru LKPP ini.
Biodata Singkat Sarah Sadiqa
- Nama Lengkap: Sarah Sadiqa
- Tanggal Lahir: 18 Januari 1970
- Usia: 55 tahun (2025)
- Jabatan Saat Ini: Kepala LKPP RI
Pendidikan:
- S1 Hukum – Universitas Trisakti (1992)
- S2 Master of Science – Northeastern University, Amerika Serikat (1999)
Dari latar belakang pendidikan ini terlihat bahwa Sarah memiliki kombinasi keilmuan hukum dan manajemen yang sangat relevan dengan bidang pengadaan barang/jasa pemerintah.
Perjalanan Karier Sarah Sadiqa di LKPP
Sarah Sadiqa bukan sosok baru di lingkungan LKPP. Ia sudah lebih dari satu dekade berkarier di lembaga ini dengan berbagai posisi strategis. Berikut adalah rekam jejak kariernya:
Direktur Direktorat Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional (2011–2013)
Fokus pada pengembangan iklim usaha yang sehat dan menjalin kerja sama dengan mitra internasional.
Direktur Perencanaan Pengadaan RAPBN (2013)
Mengawal perencanaan belanja pemerintah agar lebih efisien dan tepat sasaran.
Direktur Pengembangan Sistem Katalog (2013–2014)
Berperan dalam pembangunan e-katalog nasional, sebuah terobosan besar dalam digitalisasi pengadaan pemerintah.
Direktur Pelatihan Kompetensi (2014–2015)
Mengembangkan sumber daya manusia di bidang pengadaan agar memiliki standar kompetensi yang lebih baik.
Deputi Bidang Monitoring, Evaluasi, dan Pengembangan Sistem Informasi (2015–2020)
Mendorong digitalisasi sistem pengadaan dengan memanfaatkan teknologi informasi.
Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan (2020–2025)
Merancang kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah agar lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Kepala LKPP (2025–sekarang)
Menjadi pucuk pimpinan tertinggi LKPP menggantikan Hendrar Prihadi.
Dengan pengalaman panjang di berbagai bidang strategis, tak heran jika Sarah dipandang tepat untuk memimpin LKPP di era pemerintahan baru.
Prestasi dan Penghargaan
Selama masa pengabdiannya, Sarah Sadiqa menerima sejumlah penghargaan bergengsi dari pemerintah, di antaranya:
- Satyalancana Karya Satya X Tahun (2005)
- Satyalancana Karya Satya XX Tahun (2015)
Penghargaan ini diberikan kepada aparatur negara yang telah menunjukkan dedikasi tinggi, loyalitas, serta kontribusi nyata dalam pembangunan nasional.
Selain penghargaan, Sarah juga dikenal sebagai pejabat yang konsisten mendorong inovasi digital dalam pengadaan barang/jasa pemerintah, salah satunya melalui optimalisasi e-katalog.
Laporan Kekayaan Sarah Sadiqa
Sebagai pejabat publik, Sarah Sadiqa tercatat rutin melaporkan harta kekayaannya melalui LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara).
Per akhir 2024, total kekayaan Sarah mencapai sekitar Rp 4,13 miliar. Rinciannya meliputi:
- Tanah dan bangunan senilai ± Rp 2,9 miliar
- Tiga unit mobil senilai ± Rp 675 juta
- Kas dan setara kas ± Rp 510 juta
- Harta bergerak lainnya ± Rp 50 juta
Jumlah ini dinilai wajar untuk pejabat eselon tinggi dengan masa kerja panjang, serta menunjukkan integritas dalam hal transparansi kekayaan.
Tantangan sebagai Kepala LKPP Baru
Menjabat sebagai Kepala LKPP tentu bukan hal mudah. Ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi Sarah Sadiqa, di antaranya:
- Meningkatkan Transparansi Pengadaan
Meski sistem e-katalog sudah berjalan, praktik kolusi dan monopoli masih menjadi sorotan.
- Digitalisasi Lanjutan
Perlu mendorong pemanfaatan teknologi seperti big data, AI, dan blockchain untuk mencegah kecurangan dalam pengadaan.
- Pemberdayaan UMKM
LKPP diharapkan semakin membuka akses bagi UMKM agar dapat berpartisipasi dalam proyek pengadaan pemerintah.
- Efisiensi Anggaran
Dengan belanja pemerintah yang mencapai ribuan triliun setiap tahun, LKPP punya peran vital memastikan anggaran digunakan tepat guna.
Visi dan Harapan
Sebagai pemimpin baru, Sarah diharapkan mampu melanjutkan reformasi birokrasi di bidang pengadaan. Harapannya, LKPP di bawah kepemimpinannya bisa menjadi lembaga yang:
- Lebih transparan dan akuntabel
- Mendukung pertumbuhan ekonomi nasional lewat pengadaan yang pro-UMKM
- Mendorong inovasi digital dalam sistem pengadaan
- Menjadi contoh good governance di mata publik dan internasional
Profil Kepala LKPP Sarah Sadiqa menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pejabat baru, melainkan sosok berpengalaman yang tumbuh bersama lembaga tersebut sejak lama. Latar belakang akademis, karier yang panjang, penghargaan, serta integritas dalam melaporkan kekayaan menjadikannya figur yang dipercaya untuk membawa LKPP ke level berikutnya.
Dengan tantangan besar di era digital dan pemerintahan Prabowo, publik menaruh harapan besar pada Sarah Sadiqa agar mampu menciptakan sistem pengadaan pemerintah yang lebih transparan, efisien, dan pro-rakyat.




