KITAINDONESIASATU.COM – Sosok Gatut Sunu Wibowo kini tengah menjadi pusat perhatian publik setelah kabar mengenai keterlibatannya dalam operasi senyap lembaga antirasuah. Sebelum menjabat sebagai Bupati Tulungagung, Gatut dikenal sebagai seorang pengusaha sukses yang memiliki rekam jejak panjang di dunia bisnis sebelum akhirnya memutuskan terjun ke panggung politik praktis.
Karier politiknya mulai menanjak secara signifikan saat ia terpilih sebagai Wakil Bupati Tulungagung melalui mekanisme pemilihan di DPRD pada tahun 2021 untuk sisa masa jabatan 2018–2023. Ia kemudian resmi dilantik menjadi Bupati Tulungagung definitif, menggantikan posisi sebelumnya.
Di bawah kepemimpinannya, ia sering menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pedesaan dan peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Jawa Timur tersebut.
Pria yang dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan ini merupakan kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Di mata kolega dan masyarakat setempat, Gatut awalnya dipandang sebagai figur yang memiliki pendekatan merakyat.
Namun, perjalanannya di tahun 2026 ini menghadapi tantangan besar seiring dengan pemeriksaan hukum yang tengah berjalan di Gedung Merah Putih Jakarta.
Kini, profil kepemimpinannya berada di bawah sorotan tajam. Publik menanti bagaimana kelanjutan status hukum sang bupati, yang sekaligus akan menjadi catatan penting dalam sejarah pemerintahan daerah di Tulungagung.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaannya per Maret 2026 mencapai Rp20.335.211.000 atau sekitar Rp20,3 miliar.
Rinciannya, aset terbesar berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp14.532.711.000 yang tersebar di sekitar 20 lokasi, mulai dari Tulungagung, Surabaya hingga Trenggalek, dan seluruhnya tercatat sebagai hasil sendiri.(*)





