KITAINDONESIASATU.COM – Emil Audero Mulyadi bukanlah nama asing di kancah sepak bola Italia. Namun sejak 2025, sosok penjaga gawang berpostur 192 cm ini mencuri perhatian publik Indonesia setelah resmi membela tim nasional Merah Putih.
Perjalanan kariernya dari akademi Juventus hingga kembali ke akar leluhurnya menjadikan kisah Emil unik dan inspiratif, terutama bagi penggemar sepak bola Tanah Air.
Karier Emil Audero
Emil Audero lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia pada 18 Januari 1997. Ayahnya berasal dari Lombok, sementara ibunya adalah warga negara Italia. Saat Emil masih berusia kecil, keluarganya pindah ke Italia, tempat di mana karier sepak bolanya berkembang pesat.
Bakat Emil dalam menjaga gawang terlihat sejak dini. Ia bergabung dengan akademi Juventus dan berkembang menjadi salah satu talenta terbaik di posisinya. Pada 2014, ia resmi masuk tim senior Juventus, meski jarang tampil karena persaingan ketat.
Meski tercatat sebagai bagian dari skuat Juventus, Emil jarang mendapat menit bermain di tim utama. Ia lebih banyak mengasah kemampuan bersama tim Primavera Juventus dan sesekali dibawa dalam skuat senior.
Untuk mendapatkan jam terbang, Emil dipinjamkan ke Venezia pada musim 2017–2018. Di sana ia tampil reguler dan menunjukkan potensi besar. Performanya menarik perhatian Sampdoria yang kemudian memboyongnya secara permanen pada 2018.
Di Sampdoria, Emil menjadi kiper utama selama lima musim penuh. Ia mencatat lebih dari 160 penampilan di Serie A dan tampil konsisten, bahkan sempat menjadi salah satu kiper muda terbaik di Italia.
Musim 2023–2024 menjadi awal baru bagi Emil setelah dipinjamkan ke Inter Milan. Meski hanya mencatat enam penampilan, ia menjadi bagian dari tim yang meraih gelar Serie A dan Supercoppa Italia. Perannya memang bukan sebagai starter, tetapi ia menunjukkan profesionalisme tinggi dalam setiap kesempatan.
Setelah masa pinjaman berakhir, Emil bergabung dengan klub ambisius Como 1907 pada Juli 2024. Como yang baru promosi ke Serie A menawarkan tantangan baru bagi Emil: menjadi tulang punggung tim dalam misi bertahan di kasta tertinggi.
Namun musim tersebut tidak berjalan mudah. Emil hanya mencatat 8 pertandingan di Serie A bersama Como dengan catatan kurang memuaskan: 14 kebobolan dan tanpa clean sheet. Demi menyelamatkan karier dan menit bermain, ia dipinjamkan ke Palermo di Serie B pada Februari 2025.
Langkah Emil ke Palermo terbukti tepat. Dalam 15 laga bersama klub asal Sisilia itu, Emil mencatat 3 clean sheet dan membantu Palermo finis di zona playoff Serie B. Ia kembali menunjukkan kualitasnya sebagai shot-stopper andal dengan persentase penyelamatan hampir 69%.
Penampilan apiknya membuat Cremonese—tim promosi Serie A musim 2025–2026—tertarik meminjamnya dari Como. Emil kini bersiap mengarungi musim baru bersama Cremonese, dan berpeluang kembali tampil reguler di level tertinggi sepak bola Italia.
Meski lama menetap di Italia dan membela timnas Italia kelompok usia dari U15 hingga U21, Emil belum pernah membela Gli Azzurri di level senior. Situasi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memulangkan Emil ke tanah kelahirannya.
Setelah proses naturalisasi yang rampung pada Maret 2025, Emil resmi menjadi WNI dan dipanggil ke timnas Indonesia. Ia menjalani debut pada 5 Juni 2025 dalam laga persahabatan melawan China. Tak hanya tampil apik, Emil mencatat clean sheet dan menjadi man of the match.
Kehadiran Emil membawa angin segar bagi skuad Garuda yang selama ini kekurangan kiper berkelas internasional. Ia digadang-gadang menjadi pilihan utama di bawah mistar untuk Kualifikasi Piala Asia dan turnamen-turnamen besar mendatang.
Gaya Bermain dan Statistik Emil Audero
Emil Audero dikenal memiliki refleks cepat, keberanian dalam duel satu lawan satu, serta kemampuan distribusi bola yang solid. Ia sering membangun serangan dari bawah dan nyaman menguasai bola di kakinya—kemampuan penting dalam sepak bola modern.
Statistik musim 2024–25 menggambarkan dua sisi karier Emil:
- Bersama Como: 8 pertandingan, 14 kebobolan, 0 clean sheet.
- Bersama Palermo: 15 pertandingan, 17 kebobolan, 3 clean sheet.
- Meski kurang impresif saat di Como, Emil membuktikan dirinya masih sangat bisa diandalkan saat mendapat kepercayaan penuh.
Prestasi Sepanjang Karier
Meskipun belum pernah menjadi kiper utama tim elite, Emil memiliki koleksi trofi prestisius, termasuk:
- Serie A: Juventus (2015–16, 2016–17), Inter Milan (2023–24)
- Coppa Italia: Juventus (2016–17)
- Supercoppa Italia: Juventus (2015), Inter (2023)
Selain itu, ia telah mencatat lebih dari 176 penampilan di Serie A, menjadikannya salah satu kiper Asia paling berpengalaman di Eropa saat ini.
Target Musim 2025–2026
Di musim 2025–2026, Emil punya dua fokus utama: tampil konsisten bersama Cremonese dan menjadi andalan timnas Indonesia. Dengan usia yang masih tergolong prima untuk seorang kiper (28 tahun), ia masih punya peluang untuk berkembang dan menjadi ikon baru di bawah mistar Garuda.
Jika tampil gemilang bersama Cremonese, besar kemungkinan klub tersebut akan mempermanenkan statusnya. Di sisi lain, penampilan cemerlang di timnas bisa membawanya ke panggung lebih besar, bahkan mungkin menjadi duta sepak bola Indonesia di Eropa.
Kisah Emil Audero adalah cermin dari dedikasi, kesabaran, dan cinta terhadap akar budaya. Meski tumbuh besar di luar negeri, ia tidak melupakan asal-usulnya. Keputusannya untuk membela Indonesia bukan hanya soal sepak bola, tetapi juga identitas dan kebanggaan.
Emil menjadi inspirasi bagi banyak anak muda Indonesia bahwa mimpi untuk bersinar di level tertinggi bukan hal mustahil. Dengan kerja keras, disiplin, dan komitmen, semua bisa dicapai bahkan hingga Serie A dan tim nasional.






