Selain itu, ia juga berhak atas bonus tahunan sebesar dua kali lipat dari gaji pokoknya, tergantung pada performa perusahaan, seperti yang diungkapkan dalam pengajuan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) pada 19 September 2024.
Dalam kesepakatan tersebut, Hill akan menerima insentif jangka panjang dalam bentuk opsi saham senilai US$15,5 juta, ditambah tunjangan tunai sebesar US$4 juta saat ia mulai bekerja di Nike.
Dikutip dari Business Insider, ia juga akan mendapatkan hibah ekuitas senilai US$3 juta yang akan diberikan dalam kurun waktu tiga tahun.
Total kompensasi Hill mencapai US$27 juta, sedikit lebih rendah dari pendahulunya, John Donahoe, yang pada 2023 memperoleh kompensasi sebesar US$29,1 juta.
Gaji Donahoe terdiri dari gaji pokok US$1,5 juta, opsi saham senilai lebih dari US$19,2 juta, insentif tahunan sebesar US$1,9 juta, serta tunjangan pensiun lebih dari US$6,4 juta, menurut laporan SEC bulan Juli.
Sebagai CEO baru, Hill akan menghadapi beberapa tantangan besar, termasuk rencana Nike pada Desember untuk mengurangi biaya sebesar US$2 miliar dalam tiga tahun ke depan, yang mencakup pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 1.500 karyawan.
