KITAINDONESISASATU.COM-Bupati Kabupaten Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya protes terkait pencantuman nama Penjabat (Pj) Bupati dalam prasasti yang ada di Gedung Negara Bupati Lebak. Penulisan nama Penjabat Bupati di prasasti tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan bisa menimbulkan kesan yang salah di mata masyarakat.
Hasbi begitu tiba di Pendopo Bupati langsung masuk ke Gedung Negara dan memberikan komentar terkait keberadaan prasasti yang menuliskan nama beberapa Penjabat (Pj) yang pernah memimpin Lebak.
Pj Bupati Lebak anatara lain Dede Jaelani (3 buan), Ino Sutisno Suswito (4 bulan), Iwan Kurniawan (9 bulan), dan Gunawan Rusminto (6 bulan).
“Itu menyalahi aturan, Bupati dan Wakil Bupati ini adalah jabatan politik, artinya dipilih oleh publik makanya yang disandang jabatan publik. Dipilih langsung oleh rakyat, seorang ASN tidak bisa menjadi bupati kecuali dia mengundurkan diri,” tegas Hasbi usai sidang paripurna di Gedung DPRD Lebak, kemarin.
Hasbi yang kelahiran 10 Oktober 1984 ini, mengaku akan melakukan evaluasi terkait etika pemerintahan, mengingat Pj Bupati adalah pejabat sementara yang hanya menjabat hingga adanya bupati definitif atau terpilih.
“Sekali lagi, seorang ASN tidak bisa menjadi bupati, kecuali dia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ASN dan mencalonkan diri sebagai bupati. Ada nama Pj terpampang di prasasti sama saja menyimpangkan sejarah. Tidak memberi contoh yang baik kepada ASN yang lain, saya minta kepada Pak Sekda untuk diubah,” ujar putra mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya ini.
Mantan Pj Bupati Lebak Gunawan Rusminto menyampaikan bahwa penulisan nama beberapa Pj di prasasti merupakan bentuk penghargaan agar tidak melupakan sejarah dan perjuangannya. “Itu berprinsip tidak mau melupakan sejarah. Walaupun Pj atau Plt atau apa lah namanya, tetap ditulis nama diprasasti, poin pertamanya itu,” tegasnya usai hadir di Pendopo Bupati Lebak.
Ia menjelaskan, bahwa poin penting penulisan nama Pj di prasasti sebagai bagian tidak melupakan sejarah kepada orang yang sudah berjasa memimpin Lebak.
“Yang kedua, tidak boleh melupakan sejarah. Yang ketiga, di kabupaten lain sama tertulis namanya. Kita mengapresiasi kepada pejabat-pejabat sebelumnya. Ke Pak Iwan, 9 bulan, dia bisa membuat perubahan buat besar di Kabupaten Lebak,” ujar Gunawan.






