KITAINDONESIASATU.COM – Menurut laporan dari Financial Times dan Variety, bahwa band rock legendaris asal Inggris, Pink Floyd, telah menjual katalog musik rekaman bersama hak nama dan kemiripannya, kepada Sony Music dengan harga sekitar $400 juta setara Rp6,25 triliun.
Sekaligus kesepakatan ini menjadi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Perjanjian komprehensif dengan Sony tidak hanya mencakup hak-hak rekaman musik Pink Floyd, tetapi juga mencakup nama dan kemiripan, karya seni album, merchandise, serta hak-hak teater dan film potensial.
Khususnya, perjanjian tersebut tidak termasuk hak-hak penulisan lagu, yang tetap menjadi hak masing-masing anggota band.
Transaksi ini menandai tonggak sejarah yang signifikan baik bagi grup rock ikonik ini maupun Sony Music.
Sony Music dilaporkan telah menginvestasikan lebih dari US$1 miliar (sekitar Rp 15,5 triliun) untuk katalog musik dalam beberapa tahun terakhir.
Termasuk akuisisi dari artis-artis ternama seperti Bob Dylan dan Bruce Springsteen.
Jalan untuk menyelesaikan kesepakatan senilai $400 juta ini penuh dengan tantangan, terutama berasal dari konflik internal di dalam Pink Floyd.
Ketidaksepakatan antara penulis lagu David Gilmour dan Roger Waters, serta perlunya persetujuan dari drummer Nick Mason dan pihak-pihak yang tidak setuju dengan kibordis Richard Wright serta penyanyi-penulis lagu Syd Barrett, memperumit proses negosiasi.
Komentar kontroversial Waters yang mendukung Rusia dan mengkritik Israel dilaporkan “merendahkan” katalog tersebut, sehingga berpotensi menurunkan harga jual dari harga awal yang diminta sebesar $500 juta.
Perselisihan internal ini sebelumnya telah menggagalkan kesepakatan yang hampir selesai pada tahun 2022, menyoroti kompleksitas yang terlibat dalam penjualan katalog musik yang begitu berharga dan memiliki nilai historis yang signifikan.
Kesepakatan penting ini mencerminkan tren yang sedang berkembang di industri musik, di mana para artis ternama menjual katalog mereka dengan harga yang sangat tinggi. Transaksi-transaksi terkenal baru-baru ini termasuk katalog Michael Jackson yang diperkirakan bernilai 600 juta dolar AS, Bruce Springsteen senilai 550 juta dolar AS, dan Justin Bieber senilai 200 juta dolar AS.
Penjualan Pink Floyd sangat signifikan karena status ikonik band ini dan penyertaan hak nama dan kemiripan, yang memungkinkan Sony untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan merchandise dan potensi spin-off1.
Tren ini sebagian didorong oleh pertumbuhan streaming musik, yang telah meningkatkan nilai katalog yang sudah ada dan menciptakan peluang pendapatan baru bagi para pemegang hak cipta. *




