Sosok

Profil Nurlaila Masuku, Pegawai Terbaik BPOM yang Meninggal Dunia Saat Menjalani Pendidikan di AS

×

Profil Nurlaila Masuku, Pegawai Terbaik BPOM yang Meninggal Dunia Saat Menjalani Pendidikan di AS

Sebarkan artikel ini
Nurlaila Masuku

KITAINDONESIASATU.COM – Nurlaila Masuku, sosok inspiratif dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), baru saja meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan masyarakat Indonesia.

Pegawai terbaik BPOM ini meninggal dunia pada 11 November 2024, saat tengah menjalani tugas belajar di University of Southern California, Amerika Serikat.

Semasa hidupnya, Nurlaila dikenal sebagai pribadi pekerja keras, ceria, dan penuh semangat.

Profil Nurlaila Masuku

Nurlaila Masuku lahir di Tidore, Maluku Utara, pada 28 April 1994. Ia menghabiskan masa kecilnya di Ambon untuk pendidikan dasar. Pendidikan menengah pertama dan atas dilanjutkan di Ternate.

Sosoknya sudah menunjukkan tekad kuat sejak dini, yang kemudian membawanya meraih gelar Sarjana Kimia dari Universitas Pattimura, Ambon.

Pada 1 Maret 2019, Nurlaila resmi menjadi Pegawai Negeri Sipil dan ditempatkan di Kabupaten Morotai, Maluku Utara. Dalam waktu lima tahun, dedikasinya menjadikannya teladan di BPOM. Ia dikenal cerdas, tangguh, dan responsif dalam setiap tanggung jawab yang diembannya.

Baca Juga  Septa Badoyo Didapuk Sebagai Pengendali Satreskrim Polresta Tangerang

Pendidikan di Amerika Serikat dan Kepergiannya

Nurlaila Masuku terpilih untuk melanjutkan pendidikan S2 di University of Southern California dengan beasiswa LPDP, jurusan Pharmaceutical Science. Langkah ini bukan hanya prestasi individu, tetapi juga membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.

Namun, selama masa studi, kondisi kesehatannya memburuk. Meski demikian, Nurlaila tetap berjuang hingga menyelesaikan pendidikannya. Tragisnya, ia menghembuskan napas terakhir saat menjalani tugas belajar tersebut.

Penghormatan Khusus dari BPOM

BPOM mengadakan upacara penghormatan istimewa untuk mengenang Nurlaila. Upacara ini berlangsung di Human Remains Transit Lounge, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada 11 November 2024.

Baca Juga  Profil Aryna Sabalenka, Ratu Baru Tenis Dunia dengan Gaya Bermain Agresif dan Mental Baja

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menyebut Nurlaila sebagai aset berharga lembaga tersebut. “Almarhumah telah memberikan kontribusi besar dalam pekerjaannya. Kami merasa kehilangan luar biasa atas kepergiannya,” ujar Taruna dengan penuh haru.

Kenaikan Pangkat Anumerta

Sebagai bentuk penghormatan, BPOM melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM) berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memberikan kenaikan pangkat anumerta bagi Nurlaila. Langkah ini menjadi simbol penghargaan atas jasa dan dedikasinya selama bertugas di BPOM.

Kontribusi dan Aktivitas Sosial Nurlaila Masuku

Nurlaila aktif dalam berbagai organisasi yang mendukung pengembangan diri dan kontribusi sosial. Beberapa di antaranya adalah:

  • Indonesian Graduate Community at USA
  • Mata Garuda Amerika
  • International Muslim Student Association
  • Remaja Masjid At-Tohir di Los Angeles

Keaktifannya dalam komunitas ini menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap sesama, baik di lingkungan profesional maupun sosial.

Baca Juga  Mengenal Margaret Thatcher, Sosok Pelopor Wanita di Panggung Politik Inggris

Kesan dan Pesan dari Rekan Kerja

Kepala Biro Sumber Daya Manusia BPOM, Irwansyah, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Nurlaila. Ia menyatakan bahwa semangat pantang menyerah almarhumah menjadi inspirasi bagi banyak orang.

“Kami bangga pernah memiliki pegawai sehebat Nurlaila Masuku. Semangat dan perjuangannya adalah warisan berharga bagi BPOM,” ujar Irwansyah.

Kepergian Nurlaila Masuku meninggalkan duka mendalam, tetapi juga warisan inspirasi yang tak ternilai. Sebagai pegawai terbaik BPOM, ia telah memberikan kontribusi besar dalam tugasnya.

Kisah hidupnya menjadi pengingat bahwa dedikasi, kerja keras, dan semangat pantang menyerah dapat membawa perubahan besar, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Semoga amal baik dan perjuangan Nurlaila Masuku menjadi jariyah yang terus mengalir. Selamat jalan, pahlawan tanpa tanda jasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *