KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik Muhidin sebagai Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) pada hari ini. Muhidin akan menggantikan Sahbirin Noor, yang sebelumnya mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Pelantikan akan dilaksanakan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada pukul 14.00 WIB.
Keputusan ini menandai babak baru dalam pemerintahan Kalsel, dengan Muhidin siap mengemban tugas sebagai pemimpin provinsi. Berikut adalah profil lengkap dan perjalanan karier Muhidin yang menarik untuk disimak.
Perjalanan Karier Muhidin di Dunia Politik dan Bisnis
Muhidin lahir pada 6 Mei 1958 di Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Sebelum terjun ke dunia politik, Muhidin dikenal sebagai seorang pebisnis sukses di sektor tambang batu bara. Ia adalah pendiri PT Binuang Jaya Mulia, sebuah perusahaan yang berfokus pada eksplorasi dan perdagangan batu bara. Kesuksesan di dunia bisnis menjadi fondasi awal Muhidin sebelum beralih ke dunia politik.
Awal Karier Politik Muhidin
Karier politik Muhidin dimulai ketika ia bergabung dengan Partai Bintang Reformasi (PBR). Pada tahun 2004, Muhidin terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tapin untuk periode 2004-2009. Setelah menyelesaikan masa jabatannya, ia kembali mencalonkan diri dan berhasil menjadi anggota DPRD Kalimantan Selatan untuk periode 2009-2014.
Namun, ambisi Muhidin tidak berhenti di posisi legislatif. Pada tahun 2010, ia memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Wali Kota Banjarmasin, berpasangan dengan Irwan Anshari. Pasangan ini unggul dalam pemilihan dan Muhidin menjabat sebagai Wali Kota Banjarmasin periode 2010-2015. Selama menjabat, Muhidin fokus pada pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di Banjarmasin.
Langkah Muhidin Menuju Gubernur Kalsel
Selesai menjabat sebagai Wali Kota, Muhidin mencalonkan diri dalam Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan tahun 2015. Dalam pemilu tersebut, ia berpasangan dengan Gusti Farid, namun kalah dari pasangan Sahbirin Noor dan Rudy Resnawan. Kekalahan ini tidak menyurutkan tekadnya untuk menjadi pemimpin Kalsel.
Pada Pilgub 2020, Muhidin kembali mencalonkan diri. Kali ini, ia berpasangan dengan Sahbirin Noor, rivalnya dalam pemilihan sebelumnya. Pasangan ini berhasil meraih kemenangan, dan Muhidin menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalsel periode 2021-2024.
Kasus Hukum Sahbirin Noor dan Dampaknya
Di tengah perjalanan pemerintahan, Gubernur Sahbirin Noor sempat tersandung kasus hukum. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait proyek di Kalsel, setelah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Total ada tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Namun, Sahbirin mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam putusan, hakim menyatakan bahwa penetapan Sahbirin sebagai tersangka tidak sah. Meskipun dinyatakan menang dalam praperadilan, Sahbirin memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Kalsel.
Pengangkatan Muhidin sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kalsel
Setelah pengunduran diri Sahbirin, Muhidin diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kalsel. Dalam kapasitas ini, ia menjalankan tugas-tugas gubernur sambil mempersiapkan diri untuk Pilkada Kalsel 2024. Muhidin mencalonkan diri sebagai gubernur berpasangan dengan Hasnuryadi, seorang figur muda yang dikenal aktif di berbagai bidang, termasuk olahraga dan bisnis.
Program dan Visi Muhidin untuk Kalimantan Selatan
Sebagai calon gubernur, Muhidin memiliki visi besar untuk membawa Kalimantan Selatan menjadi provinsi yang lebih maju dan sejahtera. Beberapa program yang ia usung meliputi:
1. Peningkatan Infrastruktur
Muhidin berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah pedesaan dan kawasan industri.
2. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)
Program pendidikan dan pelatihan kerja menjadi fokus utama Muhidin untuk meningkatkan daya saing masyarakat Kalsel di era globalisasi.
3. Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Muhidin mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan sebagai tulang punggung perekonomian Kalsel.
4. Pelestarian Lingkungan
Mengingat Kalsel merupakan daerah dengan aktivitas tambang yang intensif, Muhidin berjanji untuk memastikan keberlanjutan lingkungan melalui kebijakan yang berorientasi pada green economy.
Tantangan dan Harapan di Masa Depan
Sebagai gubernur baru, Muhidin akan menghadapi berbagai tantangan, termasuk penyelesaian konflik agraria, pengelolaan sumber daya alam, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, isu ketimpangan ekonomi antara wilayah perkotaan dan pedesaan juga menjadi perhatian utama.
Dukungan masyarakat Kalsel menjadi kunci sukses bagi Muhidin dalam menjalankan tugasnya. Dengan pengalaman panjang di dunia politik dan bisnis, Muhidin diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi provinsi yang kaya akan potensi alam ini.
Pelantikan Muhidin sebagai Gubernur Kalimantan Selatan menandai awal baru bagi pemerintahan provinsi ini. Dari seorang pebisnis tambang batu bara hingga menjadi pemimpin daerah, perjalanan karier Muhidin mencerminkan dedikasi dan komitmennya untuk membangun Kalsel.
Dengan pengalaman dan visi yang dimilikinya, masyarakat Kalsel menaruh harapan besar pada kepemimpinannya. Tantangan yang ada di depan harus dijawab dengan kebijakan yang tepat dan kerja keras untuk menciptakan Kalsel yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

