Sosok

Mochtar Riady, dari Pegawai Jadi Pendiri  Bank

×

Mochtar Riady, dari Pegawai Jadi Pendiri  Bank

Sebarkan artikel ini
Mochtar Riady
Mochtar Riady (Ist)

Suatu waktu, Mochtar, yang tumbuh besar di lingkungan perjudian, ikut terjerumus dalam kegiatan itu. Kala itu keluarganya tak begitu kaya, sehingga terpikir cara untuk bisa kaya lewat cara cepat. Maka dia pun membeli kupon seharga Rp 1 (satu rupiah) dari uang tabungan supaya bisa kaya raya.

Namun, alih-alih mendapat jackpot, Mochtar justru mendapat omelan sang ayah. Ternyata, kelakuannya seperti itu membuat marah ayah besar. Ayah merobek kupon sambil melayangkan tiga pukulan ke badan Mochtar. Ayah tak ingin anaknya kaya raya dari cara haram.

“Kalau mau kaya harus kerja keras, jangan menggantungkan nasib dalam perjudian!,” kata Mochtar meniru ayahnya.

Beranjak dari nasihat ini, Mochtar senantiasa bekerja keras menempuh jalan resmi supaya bisa kaya raya. Saat sudah dewasa, dia bekerja keras sebagai bankir dari staff biasa hingga bisa mendirikan bank sendiri.

Selain soal kerja keras, ayah juga mengajarkan Mochtar soal pentingnya menjadi manusia dermawan. Saat kecil, Mochtar yang anak yatim beberapa kali mendapat uang jajan dari banyak orang, termasuk dari bibinya.

Namun, sang ayah tak senang Mochtar diberi uang. Sebab, pemberian orang bakal membuat si penerima terikat dan tak bisa hidup bebas. Maksudnya, dikhawatirkan bakal menuntut timbal balik.

Baca Juga  Kapan Bank Buka Usai Lebaran 2025? Simak Jadwal BCA BNI BRI Mandiri Terbaru

“Ayah mengajarkan bahwa memberi itu lebih beruntung daripada menerima,” kata pria kelahiran 12 Mei 1929 itu.

Pada akhirnya, dua nasihat dari ayah yang diperoleh sejak kecil terbukti berhasil. Tahun-tahun berikutnya jadi masa keemasan Mochtar Riady. Sebagai bankir dia sempat menjadi Direktur Utama BCA. Sementara sebagai pengusaha dia bergerak di bawah konglomerasi Lippo Group.

Omelan ayahnya terkait kerja keras itu kemudian membuat Mochtar menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia berharta Rp28 triliun. Pada titik ini, saat menulis biografi pada 2016, Mochtar tiada henti mengucapkan rasa terima kasihnya kepada mendiang ayah yang wafat pada 1958.

Baca Juga  Prajogo Pangestu Jadi Orang Paling Kaya di Indonesia, Hartanya mencapai Rp769,74 Triliun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *