Konglomerat Liem Sioe Liong atau Sudono Salim akhirnya yang tertarik, dan membeli saham mayoritas Indomilk.
Cerita pembelian Indomilk juga karena Akbar Tanjung yang saat itu menjadi pengurus KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) kenal dengan Anthoni Salim, anak dari Sudono Salim.
Maka, Salim bersama modalnya masuk memiliki Indomilk. Kelak, Indomilk kemudian diproduksi oleh PT Indolakto, anak usaha PT Indofood milik Salim Group.
Meski begitu, Nahar juga masih mengurusi Indomilk dan tetap dijuluki Raja Susu RI sampai ia wafat pada 1985.
Sepeninggal Nahar, Indomilk terus bertahan karena perusahaan susu itu sudah dimiliki Grup Salim. Sampai sekarang, Indomilk masih tetap eksis dan menjadi salah satu merek susu ternama di Indonesia. (Aris MP)




