Sosok

Mengenang Raja Susu Nahar Zahiruddin Tanjung, Pendiri Indomilk

×

Mengenang Raja Susu Nahar Zahiruddin Tanjung, Pendiri Indomilk

Sebarkan artikel ini
Paviliun Indomilk (PT Australia Indonesian Milk Industries) di Lapangan Merdeka, Jakarta.(Ist)
Paviliun Indomilk (PT Australia Indonesian Milk Industries) di Lapangan Merdeka, Jakarta.(Ist)

Selain Nahar, pengusaha lain seperti Ahmad Bakrie, Gobel, dan Harlan Bekti juga mendapat sokongan pemerintah lewat program tersebut.

Meski begitu, kiprah NV Marison baru terlihat ketika pergantian rezim ke Presiden Soeharto. Pembukaan investasi asing membuat NV Marison mendapat rezeki. 

Pada 3 Juli 1969, NV Marison berubah nama menjadi PT Indomilk. Perubahan nama Indomilk itu disebabkan karena Nahar menjalin kerja sama dengan perusahaan susu dari luar negeri, yakni Australian Dairy Corporation (ADC) yang bermarkas di Melbourne, Australia.

Jalinan ini terjadi karena Negeri Kangguru ini dikenal sebagai negara pengekspor sapi dan produksi susu terkenal di manca negara, termasuk Indonesia.

Tak tanggung-tanggung Australian Dairy Produce Board menggelontorkan investasi mencapai US$ 2 juta. Seluruhnya digunakan membangun pabrik di kawasan Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Rencana ambisius Nahar dan perusahaan patungan adalah, Indomilk bakal memproduksi  50 juta kaleng susu.

“Perusahaan ini direncanakan akan memproduksi susu kental manis. Lalu susu pasteurisasi kemudian susu-susu lainnya,” kata Nahar waktu itu.

Presiden Soeharto menyebut pendirian Indomilk mampu membuat Indonesia hemat karena tak lagi mengimpor susu dari negara Eropa. Maka, dia pun mendukung penuh langkah Indomilk.

Meski begitu, Indomilk bukan merek susu pertama yang eksis di Indonesia. Sebelumnya sudah ada Frisian Flag yang hadir sejak zaman kolonial. Persaingan pun terjadi antara kedua merek itu.

Singkat cerita, kendali Nahar atas Indomilk juga tak lama. Sekalipun sudah dijuluki raja susu, Nahar ternyata keteteran hingga berhutang ke bank saat mengelola Indomilk dan laba tergerus.

Ia tak mau ADC membayar utang-utang Indomilk di bank. Karena, itu berarti saham ADC akan semakin besar.

Menghadapi kondisi seperti ini, saham milik ADC dijual. Awalnya, PT Kebun Bunga milik pengusaha Rajkumar Singh ingin membeli seharga 10 juta dolar AS, namun gagal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *