Sosok

Mengenang Raja Susu Nahar Zahiruddin Tanjung, Pendiri Indomilk

×

Mengenang Raja Susu Nahar Zahiruddin Tanjung, Pendiri Indomilk

Sebarkan artikel ini
Paviliun Indomilk (PT Australia Indonesian Milk Industries) di Lapangan Merdeka, Jakarta.(Ist)
Paviliun Indomilk (PT Australia Indonesian Milk Industries) di Lapangan Merdeka, Jakarta.(Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Di media sosial (Medsos) sempat viral para peternak sapi di Jawa Timur dan Jawa Tengah  protes dengan mandi susu segar, aksi protes mereka lantaran produk susu lokal mereka ditolak Industri Pengolah Susu (IPS) dan membuat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman murka.

“Saya  akan menindak tegas 5 perusahaan IPS, bahkan mencabut izin impornya bila masih menolak susu peternak lokal,” kata Mentan Amran pada wartawan di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Sabtu lalu (16/11/2024).

Dia katakan, saat ini status izin impor ke lima perusahaan tersebut masih ditahan untuk sementara waktu. 

Namun, jika lima perusahaan itu tetap menolak untuk menyerap susu segar dari peternak, maka izin impor yang sebelumnya hanya ditangguhkan, akan dicopot secara permanen dan tidak diizinkan untuk mengimpor susu dari luar negeri lagi.

“Kalau dari 5 (perusahaan) ada yang masih mencoba, aku cabut izinnya, dan tidak boleh impor lagi. Untuk sementara, 5 perusahaan impornya kami tahan dulu,” ujar Amran.

Kejadian ini tentu menjadi ironi. Lantaran permintaan susu di Indonesia juga tak sedikit, khususnya seiring implementasi kebijakan makan bergizi gratis di sekolah.

Di Indonesia, industri susu tak hanya pemain-pemain kecil. Sejak dahulu, sudah banyak orang sukses dari penjualan susu. 

Salah satu ‘raja susu’ di Indonesia adalah Nahar Zahiruddin Tanjung. Nama Nahar memang tak dikenal, tapi keluarga besarnya, terutama adiknya dan cukup dikenal. 

Nahar merupakan adik dari politisi senior Golkar, yakni Akbar Tanjung. Ia adalah pendiri dari merek susu ternama, yakni Indomilk. 

Ada sejarah panjang, sebelum mendirikan Indomilk.  Nahar yang lahir di Sorkam, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara pada 3 April 1929 sendiri memiliki pabrik susu dari warisan ayahnya, Usman Zahirudin Tanjung.

Kala itu. Usman Zahirudin memberi nama bisnis susu sapi adalah NV Marison di Tapanuli Tengah dan berdiri pada 1945.

Di tangan Nahar, Marison dipindahkan operasionalnya ke Jakarta. Pemindahan disertai juga dukungan pemerintah Soekarno waktu itu. Di mana pemerintah menggelar Program Benteng.

Richard Robinson dalam bukunya yang berjudul “Indonesia: The Rise of Capital (2009)” menyebut, Program Benteng merupakan kebijakan pemerintah untuk mendukung pengusaha pribumi agar bisa bersaing dengan pengusaha WNI keturunan Tiongkok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *