Sosok

Mengenal Ki Gunarto Gunotalijendro, SH.MM: Pewaris Seni Tradisi Wayang Kulit

×

Mengenal Ki Gunarto Gunotalijendro, SH.MM: Pewaris Seni Tradisi Wayang Kulit

Sebarkan artikel ini
gunarto
Dalang kondang Ki Gunarto Gunotalijendro SH, MM. -Ist-

KITAINDONESIASATU.COM – Nama Ki Gunarto Gunotalijendro SH, MM, mungkin sudah tak asing lagi di telinga para pencinta seni wayang kulit, terutama di Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta dan lainnya. Dalang kelahiran Gunung Kidul, Yogyakarta ini dikenal luas sebagai salah satu maestro pewayangan kontemporer yang sukses memadukan tradisi klasik dengan sentuhan modern, membuatnya relevan bagi berbagai kalangan.

Ki Gunarto tidak hanya seorang dalang, tetapi juga memiliki latar belakang pendidikan formal yang kuat dari Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada. Pengetahuannya yang mendalam tentang pakem (aturan baku) pewayangan Jawa, dikombinasikan dengan kemampuannya mengadaptasi cerita dan humor kekinian, menjadi ciri khas pementasannya.

Keunikan Ki Gunarto terletak pada kemampuannya membawakan lakon-lakon klasik dengan gaya yang segar dan penuh interaksi. Dialog-dialog yang dibawakannya seringkali disisipi kritik sosial, pesan moral, dan humor cerdas yang mengundang tawa sekaligus pemikiran. Penggunaan sabetan (gerakan wayang) yang luwes dan iringan gamelan yang dinamis semakin menghidupkan setiap karakter yang ia mainkan.

Ki Gunarto juga dikenal sebagai dalang yang berjulukan ‘Salto Sewengi Ping Seket’. Ia juga ditunjuk sebagai duta kebudayaan oleh pemerintah Indonesia. Tidak mengherankan jika ia tampil mendalang di Amerika Serikat, Jepang, Belanda dan Turki.

Dedikasinya terhadap pelestarian wayang kulit tak diragukan lagi. Ki Gunarto aktif dalam berbagai forum seni dan pendidikan, seringkali berbagi ilmu dengan generasi muda. Kehadirannya dalam setiap pementasan, termasuk yang akan datang di Monas untuk HUT Jakarta, selalu dinanti karena mampu menghadirkan pengalaman menonton wayang yang tak terlupakan.

Ia adalah bukti bahwa seni tradisi dapat terus hidup dan berkembang di tengah derasnya arus modernisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *