KITAINDONESIASATU.COM – Di Gedung DPR, –dalam acara pelantikan Donald Trump sebagai presiden Amerika pada Senin 20 Januari 2025– ibu negara yang baru, Melania Trump, hadir dengan gaya yang tidak mencolok.
Meski secara teknis ada, ia tampaknya sengaja menghindari sorotan.
Mengenakan topi boater gelap yang menutupi sebagian besar wajahnya, Melania membuat kontak mata dengan kamera atau tamu menjadi hampir mustahil.
Ditambah dengan pakaian berpotongan leher tinggi yang tegas, pilihan busana ini memancarkan kesan suram pada hari yang seharusnya menjadi momen bahagia bagi istri presiden.
Melania, yang sebelumnya tidak sering tampil di publik selama masa jabatan pertama Donald Trump, tampaknya masih menunjukkan sikap serupa di periode kedua.
Media sosial ramai dengan komentar, menyebut penampilannya sebagai “Dark MAGA” atau menyerupai “istri mafia di pemakaman.”
Secara tradisional, peran ibu negara mencerminkan empati, keterhubungan, dan filantropi, sambil tetap menonjolkan keanggunan.
Namun, Melania sering menjadi sosok yang mengabaikan norma ini. Salah satu contohnya adalah jaket bertuliskan “I REALLY DON’T CARE. DO U?” yang dikenakannya saat mengunjungi pusat penahanan anak migran pada 2018, yang kemudian disebut sebagai pesan untuk “media sayap kiri”.
Penampilannya kali ini, dengan nuansa gelap dan muram, jelas berbeda dengan ibu negara sebelumnya, Dr. Jill Biden, yang tampil ceria dengan busana ungu tradisional pada acara pelantikan.
Melania pernah mendapatkan pujian pada pelantikan 2017 dengan gaun biru muda karya Ralph Lauren yang terinspirasi dari Jackie Kennedy.
Namun kali ini, dengan mantel biru tua double-breasted dan rok pensil rancangan Adam Lippes, ia menciptakan aura yang lebih suram.
Topi boaternya mengingatkan pada gaya Putri Diana saat tur Selandia Baru pada 1983, meski tanpa senyum ceria Diana.
Sementara Melania tampak enggan mengambil peran ibu negara yang tradisional, Ivanka Trump tampil percaya diri dalam setelan rok hijau klasik, menunjukkan niat untuk kembali ke garis depan keluarga Trump.
Di sisi lain, suasana pelantikan mencerminkan kembalinya peran gender yang lebih tradisional. Melania tampil monokrom dan tidak mencolok, memberikan kesan perlindungan alih-alih glamor.
Sebaliknya, Usha Vance, istri wakil presiden, membawa sentuhan feminin dengan pakaian cerah dan aksesori menonjol.
Pasangan terdekat Trump, seperti Elon Musk, juga hadir dengan penampilan klasik dan percaya diri.
Trump sendiri tampil dengan bronzer khasnya, memancarkan kesan sebagai sosok macho yang dominan. Namun, apa yang sebenarnya ada dalam pikiran Melania tetap menjadi misteri.- ***




